- Istimewa
Duduk Perkara Perseteruan Antara Ahmad Bahar dan Hercules Hingga Anaknya Dibawa ke Markas Grib Jaya
Ia menilai tindakan tersebut membuat anaknya mengalami tekanan psikologis dan ketakutan.
Ahmad Bahar dan Hercules Sepakat Berdamai
Meski sempat memanas, Ahmad Bahar mengaku telah memberikan klarifikasi langsung kepada Hercules terkait video yang beredar.
Ia menegaskan kembali bahwa video tersebut merupakan hasil AI dan bukan dibuat secara sengaja olehnya.
Setelah komunikasi dilakukan, Ahmad Bahar menyebut dirinya dan Hercules sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara damai.
Namun demikian, Ahmad Bahar menegaskan tetap akan menempuh jalur hukum terkait dugaan kekerasan verbal terhadap anaknya saat dibawa ke markas GRIB Jaya.
GRIB Jaya Bantah Kepung Rumah Ahmad Bahar
Sementara itu, pihak GRIB Jaya memberikan klarifikasi terkait tudingan penggerudukan rumah Ahmad Bahar.
Kepala Bidang Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marcel Gual, membantah narasi yang menyebut massa mengepung rumah Ahmad Bahar.
Menurut Marcel, kedatangan pihaknya dilakukan secara persuasif untuk meminta klarifikasi terkait video yang dianggap menyerang dan merendahkan Ketua Umum GRIB Jaya.
“Kedatangan perwakilan Satgas murni dilakukan secara persuasif untuk melakukan klarifikasi atas konten video pelaku yang secara terbuka melempar tantangan, fitnah, dan narasi ofensif yang merendahkan martabat Ketua Umum kami, Bapak Haji Hercules Rosario Marshal,” ujar Marcel dalam keterangan resminya.
Ia menegaskan narasi yang berkembang di publik mengenai “pengepungan massa” tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Marcel menyebut kedatangan tim Satgas GRIB Jaya bertujuan mengingatkan agar ruang publik tidak dipenuhi provokasi maupun informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Kedatangan tim bertujuan mengingatkan bahwa ruang publik harus diisi oleh fakta, bukan provokasi,” tegasnya.
Selain itu, Marcel mengungkapkan sebelum mendatangi rumah Ahmad Bahar, tim hukum DPP GRIB Jaya disebut telah menyiapkan dokumen serta sejumlah bukti digital terkait video yang beredar.
Pihak GRIB Jaya juga menegaskan langkah yang dilakukan bukan tindakan tanpa dasar, melainkan bagian dari upaya meminta penjelasan langsung atas konten yang dinilai merugikan organisasi dan ketuanya. (aha/nsp)