- tvOnenews.com/Syifa Aulia
Ini Cara Pramono Anung Pantau Aksi Kriminal Begal dan Tawuran di Jakarta
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan integrasi sekitar 24.000 kamera CCTV dilakukan untuk mengawasi aksi kejahatan seperti tawuran dan begal.
Dia menjelaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya telah bekerja sama untuk mengintegrasikan CCTV tersebut.
“Jadi untuk begal, kami kemarin kan sudah menyampaikan bekerjasama dengan Polda Metro Jaya ada kurang lebih 24.000 CCTV yang terintegrasi nantinya,” kata Pramono di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (19/5/2026).
“Dan itu juga menjadi sumber awal untuk mendeteksi kalau kemudian ada begal, tawuran, dan sebagainya,” tambahnya.
Dia berharap integrasi CCTV yang ada di Jakarta ini efektif menjaga keamanan ibu kota dan mencegah aksi begal hingga tawuran.
“Jadi nanti akan ditangani bersama-sama antara Pemerintah DKI Jakarta dengan Polda Metro Jaya,” ungkap Pramono.
Sebelumnya, Pramono mengatakan total CCTV yang diintegrasikan Pemprov DKI kurang lebih sebanyak 7.314 CCTV. Jumlah tersebut merupakan gabungan milik BUMD dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Pemerintah DKI Jakarta sendiri sedang mengintegrasikan dari yang dimiliki oleh OPD maupun BUMD kurang lebih 7.314 CCTV,” jelasnya di Balai Kota Jakarta, Senin (18/5/2026).
Sementara itu, CCTV yang dikelola oleh Polda Metro Jaya kurang lebih sebanyak 3.362 CCTV.
“Sedangkan di perkantoran lantai 4 ke atas sesuai dengan Peraturan Gubernur yang diwajibkan untuk mengintegrasikan kurang lebih 16.781 (CCTV),” jelas Pramono.(saa/raa)