- Instagram @s_tjo
Apresiasi untuk Pemimpin Daerah, Sherly Tjoanda Raih 2 Penghargaan karena Berhasil Menurunkan Pengangguran sampai Stunting
Jakarta, tvOnenews.com- Kabar mengembirakan untuk warga Maluku Utara karena Sherly Tjoanda meraih 2 penghargaan dari Pemerintah atas kinerja pemimpin daerah di Indonesia.
Apresiasi yang diraih Gubernur Malut, Sherly Tjoanda berjumlah dua penghargaan diberikan Kementerian Dalam Negeri.
Penghargaan tersebut terkait kemampuan pemimpin daerah dalam mengeluarkan program yang berdampak.
Program tersebut meliputi kesejahteraan masyarakat, seperti menurunnya angka pengangguran. Juga adanya program pengelolaan dana di wilayah.
Dalam keterangannya, Sherly Tjoanda Laos itu juga turut berterima kasih karena kinerja yang baik juga diberikan Pemerintah Daerah, seperti Kabupaten Halmahera.
- Instagram Sherly Tjoanda @s_tjo
"Terima kasih atas Kinerja baiknya Kab Halmahera Tengah, Halmahera Utara, Morotai dan Kota Ternate serta Tim Pemprov Malut dalam Penanggulangan kemiskinan & Penurunan Stunting," ucapnya dikutip dari Instagram pribadinya, Kamis (21/5).
Lebih lanjut kata Sherly,ia juga berterima kasih karena Kota Tidore juga baik. Sampai ke sektor pengelolaan dana secara kreatif.
"Apresiasi juga untuk Kota Tidore & Tim Pemprov Maluku Utara atas kinerja baiknya penurunan tingkat pengangguran," jelas Gubernur Maluku Utara tersebut.
"Serta Apreasisi kepada kab Halmahera Selatan dalam prestasi di kategory Creative Financing," pesannya.
Dengan penghargaan tersebut, Sherly berharap kedepannya. Maluku Utara bisa tetap berkembang menjadi kota dan daerah yang bersinar.
"Semoga kinerja baik ini semakin di tingkatkan Good job everyone .. #proudmom," harapan Sherly.
Perlu untuk diketahui, dalam waktu dekat Pemprov Malut akan memberikan 100 ekor sapi ke berbagai wilayah.
Selain itu, Sherly pernah menyampaikan ketergantungan Maluku Utara terhadap pasokan luar daerah, di mana 80% beras masih didatangkan dari luar.
- Kolase
Pasalnya, belum adanya produksi mandiri untuk ayam potong dan telur. Kini Pemerintah Provinsi Maluku Utara tengah menjajaki kerja sama dengan beberapa investor untuk pengembangan lahan peternakan seluas 5-10 hektar.
Diharapkan tahun 2026, Maluku Utara bisa memiliki peternakan ayam petelur sendiri untuk memangkas selisih harga telur yang saat ini mencapai 50% lebih mahal, dibandingkan harga di Pulau Jawa dan Sulawesi.
"Kami juga sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk memastikan pemenuhan kuota stok Minyak Kita yang seharusnya 600.000 liter, namun saat ini baru tersedia 100.000 liter di gudang," jelqs Sherly Tjoanda Laos.