news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketua Umum Ormas GRIB Jaya, Hercules Rosario Marshal & Penulis buku, Ahmad Bahar.
Sumber :
  • Kolase Antara & Tangkapan layar YouTube GRIB TV

Anak Buah Hercules Disebut 'Sekap' Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Akui Kebenaran Ini

Organisasi masyarakat (ormas) besutan Rosario de Marshall alias Hercules yakni Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu atau GRIB Jaya menyebut pihak Ahmad Bahar playing victim.
Kamis, 21 Mei 2026 - 20:30 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Organisasi masyarakat (ormas) besutan Rosario de Marshall alias Hercules yakni Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu atau GRIB Jaya menyebut pihak Ahmad Bahar playing victim.

Hal tersebut diungkapkan Kabid Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marselinus Gual merespon soal pengaduan kubu Ahmad Bahar ke Komnas Perempuan terkait dugaan intimidasi hingga trauma yang dialami anaknya.

"Pihak Ahmad Bahar secara sengaja terus memainkan narasi dramatis seolah-olah mereka adalah korban playing victim, padahal fakta hukum, rekam jejak digital, dan kronologi di lapangan menunjukkan bahwa merekalah pemicu utama sekaligus pelaku yang menghancurkan ketenangan keluarga orang lain terlebih dahulu," kata dia dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).

Marselinus mengungkapkan, narasi bahwa rumah Ahmad Bahar digerebek secara ilegal atau anaknya dibawa paksa adalah kebohongan publik yang sangat tidak mendasar.

Faktanya sambung dia, kedatangan Satgas GRIB Jaya ke kediaman Ahmad Bahar dilakukan secara terbuka dan tertib.

"(Kedatangan) didampingi langsung oleh Ketua RW setempat dan pihak kepolisian," ungkapnya.

Ia juga menyebut, tindakan premanisme atau penculikan tidak mungkin melibatkan aparatur lingkungan dan aparat penegak hukum.

Kehadiran Ketua RW dan kepolisian menjadi bukti otentik bahwa proses tersebut berjalan persuasif, transparan, dan di bawah pengawasan otoritas wilayah demi menjembatani klarifikasi.

Sementara itu terkait dengan tuduhan penyanderaan, Marselinus menjelaskan, bahwa kubu Ahmad Bahar hanya mencari simpati publik.

Karena menurutnya, ketika berada di kantor DPP, anak Ahmad Bahar ditanyakan secara langsung di ruang terbuka dan disaksikan oleh banyak orang serta didampingi secara melekat oleh Ketua RW-nya untuk memastikan keamanan yang bersangkutan.

"Segala bentuk interaksi dan komunikasi terjadi di bawah pengawasan publik dan tokoh masyarakat setempat. Tidak ada satu pun unsur penyekapan atau perlakuan di luar batas normatif," jelasnya.

Pihak Ahmad Bahar dianggapnya, sibuk menggiring opini tentang trauma psikologis yang dialami anaknya, namun sengaja menutup mata terhadap dampak destruktif dari tindakan digital mereka sendiri terhadap keluarga orang lain.

"Konten kebencian yang diproduksi Ahmad Bahar tidak hanya menyerang figur Pak Hercules secara personal, tetapi sudah menyasar ranah domestik dengan melakukan doxing terhadap istri Pak Hercules," ujarnya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:58
01:40
02:13
02:51
02:55
04:48

Viral