news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memimpin rombongan iring-iringan pada kirab Binokasih dalam Milangkala Tatar Sunda di Gedung Sate Bandung, Sabtu (16/5)..
Sumber :
  • Antara

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Sebut Kirab Milangkala Tatar Sunda Tingkatkan Ekonomi Daerah: Hotel-hotel Penuh

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi mengungkap dampak Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda mampu meningkatkan perputaran ekonomi 9 daerah di wilayah Jabar.
Jumat, 22 Mei 2026 - 05:00 WIB
Reporter:
Editor :

Terkait hitungan jumlah penonton paling sedikit hingga terbesar, Kota Bandung berhasil memantik 281.000 orang. Adapun estimasi perputaran ekonomi yang dihasilkan sekitar Rp14,05 miliar.

Sumedang mengundang 170.000 penonton. Potensi perputaran ekonomi dari kirab ini mencapai sekitar Rp8,5 miliar.

Cianjur menarik 165.000 penonton. Estimasi perputaran ekonomi dari acara ini menyentuh angka Rp8,25 miliar.

Tasikmalaya memantik 120.000 penonton dengan estimasi pendapatan ekonomi mencapai sekitar Rp6 miliar, Ciamis 106.000 penonton (Rp5,3 miliar), Cirebon 97.500 penonton (Rp4,87 miliar).

Kemudian, ada Karawang 125.000 penonton (Rp3,75 miliar), Bogor 70.000 penonton (Rp6,25 miliar), serta Garut 65.000 penonton (Rp3,25 miliar).

Dampak Sosial-Tenaga Kerja dari Kirab Milangkala Tatar Sunda

Kirab budaya tersebut berpengaruh dari segi sosial. Banyak peluang kerja yang terbuka lebar hingga membuat masyarakat luas ikut terlibat menyukseskan rangkaian ini.

Dari dimulai sejak 2 Mei hingga 18 Mei 2026, sebanyak 3.920 tenaga kerja ikut terlibat, partisipasi budaya begitu besar sehingga mengundang 10.983 pelaku seni, talenta budaya, dan peserta kirab yang berasal dari 27 kabupaten/kota di Jabar.

Dampak dari Kirab Mahkota Binokasih dalam Milangkala Tatar Sunda, rangkaian tersebut sebagai wadah kolaborasi lintas daerah. Kemudian, agenda ini juga memperkokoh betapa pentingnya menjaga identitas budaya Sunda.

Dedi Mulyadi memberikan penilaian dari rangkaian ini. Menurutnya, Hari Tatar Sunda sebagai peristiwa besar yang memang belum pernah dilaksanakan sebelumnya, terutama terjadi di wilayah Jabar.

Kendati demikian, KDM tidak menginginkan penilaian dari rangkaian ini selalu memberikan dampak positif. Hal ini mengingat ada beberapa aspek yang kurang dan perlu ditingkatkan, seperti penataan lingkungan hingga estetika wilayah.

"Ke depan seluruh daerah harus jauh lebih baik. Kebersihan lingkungannya harus ditingkatkan, penataan lingkungannya harus dikuatkan, tata arsitekturnya harus segera dibangun, branding dikembangkan, serta tata estetika harus sangat kuat," paparnya.

Menurutnya, keselarasan pembangunan di kawasan sangat penting. Ia mencontohkan, salah satunya pada lingkungan keraton yang terletak di Cirebon. Ia menginginkan nilai budaya di area ini tetap terjaga dengan baik.

Ia menyampaikan alasan pentingnya penataan kawasan. Peningkatan kualitas lingkungan wajib sebagai prioritas utama yang berpotensi dapat meningkatkan jumlah wisatawan.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:29
07:08
00:58
01:40
02:13
02:51

Viral