- Tangkapan layar YouTube tvOneNews
Reaksi Tegas GRIB Jaya Usai Hercules Dilaporkan Ilma Sani ke Polda Metro: Sangat Mengada-ada
Jakarta, tvOnenews.com - Baru-baru ini pentolan Ormas GRIB Jaya, Rosario de Marshall atau Hercules dilaporkan anak penulis Depok, Ahmad Bahar, Ilma Sani Fitriana, ke Polda Metro Jaya pada Jumat (22/5/2026).
Hercules dilaporkan terkait dugaan penyekapan yang terjadi pada 17 Mei 2026, sementara itu Anggota GRIB Jaya dilaporkan akibat peristiwa jemput paksa.
Adapun laporan ini telah teregister dengan nomor STTLP/B/3678/V/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA dan nomor STTLP/B/3679/V/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 22 Mei 2026.
Sontak, laporan itu pun mendapat reaksi dari Ormas GRIB Jaya, mereka menyebutkan laporan Ilma Sani terkait dugaan penyekapan ke polisi tak sesuai dengan fakta.
"Kalau pihak mereka terus memutarbalikkan fakta dengan narasi sandera atau penculikan, itu jelas sangat mengada-ada dan tidak masuk akal. Bagaimana mungkin ada penyanderaan? Publik kan tahu betul siapa Pak Hercules," beber juru bicara GRIB Jaya, Macelinus, kepada wartawan, Jumat (22/5/2026).
Marcel menuturkan Hercules merupakan sosok yang humanis. Jadi, menurutnya, tak mungkin Hercules tega menyekap seseorang.
"Beliau itu figur yang sangat sosial, humanis, dan selama ini dikenal sangat dekat serta menyayangi anak-anak yatim piatu. Karakter beliau jauh sekali dari tuduhan keji seperti itu," jelasnya.
Marcel menuturkan Hercules sebetulnya hanya memberi nasihat kepada Ilma. Katanya, Hercules meminta agar ayah Ilma mau bertanggung jawab.
"Fakta sebenarnya di lapangan, Pak Hercules itu justru menasihati anak Ahmad Bahar secara baik-baik, layaknya orang tua kepada anaknya. Beliau memberikan edukasi dan pandangan agar anak tersebut paham duduk perkaranya, sekaligus meminta agar ayahnya bisa bersikap gentleman dan bertanggung jawab," bebernya.
Selain itu, Marcel ingin semua pihak harus melihat duduk perkara yang memicu perkara ini terjadi.
Bahkan Marcel yakin apa yang terjadi hanya pemutarbalikan fakta.
"Jangan diputarbalikkan seolah-olah mereka korbannya. Ada fakta hukum yang tidak bisa dibantah, yaitu handphone milik anak Ahmad Bahar itu dipakai untuk mengirimkan video provokasi dan ancaman langsung ke nomor pribadi istrinya Pak Hercules," jelasnya.
"Tindakan ini sudah keterlaluan karena menyerang ranah domestik dan merusak ketenangan keluarga orang lain. Jadi, janganlah mereka sekarang sengaja menggiring opini liar dan playing victim untuk mencari simpati publik, padahal rekam jejak digitalnya jelas menunjukkan siapa yang memulai teror ini," pungkasnya. (aag)