- dok.Setwapres
Gibran Soroti Indonesia Belum Mampu Penuhi Kebutuhan Garam Nasional, Proyek di Rote Timur Didorong Segera Beroperasi
Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan Indonesia hingga kini masih belum mampu memenuhi kebutuhan garam secara nasional. Padahal, kebutuhan garam di dalam negeri mencapai sekitar 5 juta ton setiap tahun.
Hal tersebut disampaikan Gibran saat melakukan kunjungan ke Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Jumat (22/05/2026).
Dalam kunjungannya, Gibran menegaskan proyek pengembangan industri garam di kawasan tersebut memiliki peran strategis untuk mendukung pemenuhan kebutuhan garam nasional dari produksi dalam negeri.
“Ini kan kebutuhan garam kita per tahun itu 5 juta ton ya. Kita belum bisa memenuhi itu,” ujar Gibran.
Menurutnya, pemerintah saat ini menaruh perhatian serius terhadap penguatan sektor pangan nasional, termasuk pada komoditas garam yang masih menjadi tantangan dalam pemenuhannya.
Proyek Garam di Rote Timur Dinilai Strategis
Gibran mengatakan pembangunan kawasan industri garam di Rote Timur menjadi langkah penting dalam mendorong Indonesia mencapai swasembada garam.
Ia menilai keberadaan proyek tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi garam, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.
“Makanya ini proyek yang ada di sini itu sangat penting sekali untuk bisa memenuhi kebutuhan garam di dalam negeri, karena Pak Presiden punya concern untuk swasembada pangan, ya garam ini salah satunya,” kata Gibran.
Kawasan Sentra Industri Garam Nasional atau K-SIGN sendiri menjadi salah satu proyek strategis yang dipersiapkan untuk meningkatkan kapasitas produksi garam nasional. Pemerintah berharap kawasan tersebut mampu memperkuat rantai industri garam dari hulu hingga hilir.
Selain mendukung ketahanan pangan, proyek ini juga diproyeksikan memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.
Gibran Minta Kawasan Segera Fungsional
Dalam kesempatan itu, Gibran meminta agar operasional kawasan industri garam di Rote Timur dapat segera diaktifkan. Menurutnya, percepatan operasional penting agar manfaat ekonomi dapat segera dirasakan masyarakat lokal.
Dia menekankan pemerintah ingin proyek tersebut benar-benar memberikan dampak nyata, terutama dalam membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga di sekitar kawasan industri.
“Kita ingin ini segera bisa fungsional ya Pak ya. Kita ingin bisa membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya, warga lokal juga bisa terbantu, kesejahteraannya meningkat,” tuturnya.
Gibran juga menyoroti pentingnya efek ganda atau multiplier effect dari pembangunan proyek strategis nasional tersebut.
Menurutnya, keberadaan kawasan industri garam tidak boleh hanya menjadi proyek pembangunan di atas kertas, tetapi harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara langsung.
“Dan yang paling penting multiplier effect dari pembangunan proyek ini bisa terasa. Jadi tidak hanya di atas kertas saja tapi benar-benar dirasakan warga yang ada di sini,” kata Gibran.
Kebutuhan Garam Nasional Jadi Tantangan
Kebutuhan garam nasional yang mencapai 5 juta ton per tahun selama ini masih menjadi tantangan bagi Indonesia. Pemerintah terus mendorong peningkatan produksi dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan konsumsi maupun industri.
Karena itu, pengembangan kawasan industri garam seperti K-SIGN di Rote Timur dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat kapasitas produksi nasional.
Kunjungan Gibran ke kawasan tersebut juga menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap percepatan pembangunan sektor industri garam nasional.
Selain meninjau kesiapan kawasan, pemerintah juga ingin memastikan proyek berjalan optimal dan memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat sekitar.
Kawasan Sentra Industri Garam Nasional di Rote Timur diharapkan mampu menjadi salah satu pusat produksi garam yang mendukung target swasembada garam nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia. (saa/nsp)