- KPI
Soroti Bahaya Banjir Informasi di Era Digitalisasi, KPI Tegaskan Pentingnya Literasi Digital
Jakarta, tvOnenews.com - Perkembangan digitalisasi dan teknologi informasi serta komunikasi memicu derasnya arus informasi di ruang digital. Kondisi ini membuat masyarakat dituntut lebih waspada dan kritis dalam menyaring setiap informasi yang diterima.
Hal itu disampaikan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Tulus Santoso, dalam diskusi panel interaktif mengenai literasi digital dan etika penyiaran yang digelar BEM FISIP Universitas Pasundan pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Menurut Tulus, saat ini penyebaran informasi lebih banyak terjadi melalui ruang digital dan perangkat gawai yang sifatnya sangat personal.
Karena itu, edukasi kepada masyarakat perlu diperkuat, baik melalui lingkungan keluarga maupun dukungan pemerintah.
Selain itu, Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran KPI Pusat tersebut menilai regulasi juga harus terus disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan perubahan zaman.
“Yang paling krusial dalam menghadapi banjir informasi, berita hoax, dan konten yang meresahkan adalah literasi yang mumpuni dan regulasi yang relevan,” katanya.
Tulus menilai masih banyak masyarakat yang belum mampu memilah dan membedakan informasi yang diterima. Akibatnya, tidak sedikit yang terjebak dan tanpa sadar ikut menyebarkan berita bohong atau hoaks.
“Menurut data dari Indeks Masyarakat Digital Indonesia tahun 2025, sebanyak 28,9% masyarakat tidak bisa memeriksa kebenaran informasi. Ini jumlah yang tidak sedikit dan perlu menjadi perhatian serius,” ungkapnya.
Diskusi bertajuk “Membangun Kesadaran Baru dalam menghadapi Perubahan” itu juga dihadiri Sekretaris BPSDM Komdigi Inyoman Adhiarna, Peneliti BRIN Hanif Fakhrurroja, Anggota DPRD Cimahi Agung Rohama Shidiq, serta Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyana. (rpi)