- BPMI Setpres
Prabowo Resmikan ‘Kawah Candradimuka’ Elite TNI, Seskoad Cetak 3 Presiden hingga KSAD Singapura
“Museum ini tujuannya didirikan pada saat itu adalah sebagai tempat untuk menggali semua sejarah karena kita sebagai militer, kita harus tahu khususnya sejarah perang, sejarah militer, dan di dalam sejarah perang itu juga ada leadership,” jelas Desi Ariyanto.
Selain museum, perpustakaan Seskoad kini menjadi salah satu pusat literasi militer terbesar dengan koleksi mencapai 42 ribu buku. Setiap tahun, sekitar 500 siswa, termasuk 30 siswa mancanegara, menempuh pendidikan di institusi tersebut.
Menurut Desi, pendidikan di Seskoad tidak hanya berfokus pada kemampuan tempur, tetapi juga memperluas wawasan pemerintahan dan strategi berpikir para perwira.
“Mereka belajar di sini. Di museum lantai satu mereka belajar sejarah, di lantai dua mereka mengisi dirinya sehingga memiliki kemampuan, keterampilan, dan khususnya olah pikir tidak hanya kemiliteran, juga ilmu pemerintahan,” ujar Desi Ariyanto.
Peresmian renovasi museum dan perpustakaan itu sekaligus menegaskan posisi Seskoad sebagai salah satu pusat pembentukan elite strategis negara, tempat sejarah militer, kekuasaan, dan kepemimpinan nasional bertemu dalam satu institusi. (agr/rpi)