news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Luar Negeri Sugiono.
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar/tvOnenews.com

Indonesia Desak Reformasi Dewan Keamanan PBB, Sugiono: Suara Global South Tak Terwakili!

Menlu RI sebut dorongan Indonesia untuk mereformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa termasuk struktur Dewan Keamanan PBB di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik
Kamis, 28 Mei 2026 - 08:59 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan, dorongan Indonesia untuk mereformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa, termasuk struktur Dewan Keamanan PBB, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan munculnya tantangan global baru yang dinilai tak lagi mampu dijawab sistem lama.

Pernyataan itu disampaikan Sugiono usai menghadiri Open Debate Dewan Keamanan PBB bertema Upholding the Purposes and Principles of the UN Charter and Strengthening the UN Centered-International System.

Menurut Sugiono, Indonesia secara tegas menyuarakan perlunya pembenahan sistem multilateral agar lebih adil dan representatif terhadap negara-negara berkembang, khususnya kelompok Global South.

“Saya kira Indonesia juga tadi menyampaikan statement pentingnya kita mereformasi sistem multilateral yang ada, pentingnya kita mereformasi PBB, termasuk pentingnya juga kita mereformasi Security Council,” kata Sugiono, dalam keterangan video yang diterima, Kamis (28/5/2026).

Ia menilai selama ini banyak suara dari negara-negara Global South tidak memiliki representasi yang memadai dalam pengambilan keputusan global, terutama di Dewan Keamanan PBB yang menjadi pusat penanganan konflik internasional.

“Karena banyak suara-suara yang berasal dari umumnya Global South itu tidak terwakili,” ujarnya.

Sugiono juga menyinggung kritik sejumlah negara terhadap mekanisme veto di Dewan Keamanan yang dinilai sering menghambat penyelesaian berbagai persoalan dunia.

“Tadi juga disampaikan oleh beberapa negara bahwa banyak concern-concerns yang kemudian diveto di Dewan Keamanan, yang kemudian juga perlu mendapatkan representasi yang baik di Dewan Keamanan,” tuturnya.

Menurut dia, dunia saat ini menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks dibanding era awal pembentukan PBB pasca-Perang Dunia II. Karena itu, reformasi kelembagaan internasional dianggap mendesak dilakukan.

“Karena kita juga paham tantangan-tantangan baru di dunia saat ini terus berkembang, di antaranya kecerdasan buatan, kemudian isu-isu lingkungan,” kata Sugiono.

Selain itu, berbagai konflik bersenjata di sejumlah kawasan juga dinilai membawa dampak serius terhadap stabilitas ekonomi global.

“Belum lagi perang yang terjadi di banyak tempat yang saat ini kemudian menyita perhatian karena memiliki implikasi atau dampak yang luar biasa besar terhadap perekonomian dunia,” lanjutnya.

Sugiono turut menyoroti meningkatnya tensi di kawasan Timur Tengah, khususnya yang berkaitan dengan Iran dan Selat Hormuz, sebagai salah satu ancaman serius terhadap keamanan dan rantai ekonomi global.

“Dan juga tantangan yang terjadi di Timur Tengah khususnya di kawasan Iran dan Selat Hormuz,” ujarnya.

Pernyataan Indonesia dalam forum Dewan Keamanan PBB merupakan upaya dorongan negara-negara berkembang untuk mengubah tata kelola global yang dianggap masih didominasi negara besar pasca-Perang Dunia II. (agr/muu)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:08
07:53
02:43
02:48
05:11
01:51

Viral