- Antara
Kronologi Satu Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Posong Temanggung, Polisi Ungkap Dugaan Penyebab
Petugas juga menemukan posisi tangan para korban dalam keadaan saling menggenggam.
Temuan tersebut menjadi salah satu fokus pemeriksaan dalam proses penyelidikan penyebab kematian satu keluarga tersebut.
Hasil Pemeriksaan Awal di Lokasi
Berikut beberapa hasil pemeriksaan awal dari kepolisian dan tim medis:
-
Kondisi tenda camping masih rapi
-
Tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban
-
Posisi tangan korban saling menggenggam
-
Mulut korban ditemukan berbusa
-
Dugaan awal mengarah pada keracunan dan hipotermia
Dugaan Penyebab Kematian Masih Didalami
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dari tim medis, dugaan sementara penyebab kematian para korban mengarah pada keracunan disertai hipotermia.
Dugaan itu muncul setelah ditemukan ciri-ciri mulut korban berbusa saat pemeriksaan dilakukan di lokasi kejadian.
Selain itu, kondisi cuaca dingin di kawasan Posong yang berada di dataran tinggi juga menjadi salah satu faktor yang ikut diperiksa dalam penyelidikan.
Meski demikian, polisi menegaskan penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik.
Satreskrim Polres Temanggung telah berkoordinasi dengan Bidokkes serta laboratorium forensik bagian kimia dan biologi untuk melakukan pemeriksaan lanjutan.
Polisi Periksa Sejumlah Saksi
Dalam penanganan kasus tersebut, polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi wisata saat kejadian berlangsung.
Beberapa petugas kepolisian yang turun langsung ke lokasi antara lain personel Polsek Parakan, Polsubsektor Kledung, Inafis Polres Temanggung, hingga tim Resmob.
Kasat Reskrim Polres Temanggung AKBP Zamrul Aini mengatakan pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut untuk memastikan penyebab kematian empat korban.
Sementara itu, jenazah para korban dibawa ke RSUD Temanggung untuk menjalani proses autopsi.
Kabar Duka Menyebar di Lingkungan Kampus UGM
Kabar meninggalnya Bagas Amar Hakiki bersama keluarganya juga menyebar di lingkungan kampus UGM melalui informasi lelayu yang beredar.
Dalam informasi tersebut disebutkan bahwa Bagas merupakan mahasiswa aktif Sastra Prancis UGM dan pernah menjabat sebagai Ketua Unit Fotografi UGM periode 2023/2024.
Prosesi pemakaman keluarga tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 28 Mei 2026 dari rumah duka di wilayah Banyubiru.