- Antara
Kronologi Satu Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Posong Temanggung, Polisi Ungkap Dugaan Penyebab
Temanggung, tvOnenews.com - Peristiwa tragis terjadi di kawasan wisata Taman Wisata Alam Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Empat orang dalam satu keluarga ditemukan meninggal dunia di dalam tenda camping Glamping Safari Nomor 3 pada Rabu, 27 Mei 2026.
Salah satu korban diketahui bernama Bagas Amar Hakiki, mahasiswa Sastra Prancis Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2022 sekaligus Ketua Unit Fotografi UGM periode 2023/2024.
Tiga korban lainnya merupakan anggota keluarga Bagas, yakni Muhamad Ali Munawar, Maghfirah, dan Alvino Evan Hakim. Seluruh korban diketahui berasal dari wilayah Ambarawa, Kabupaten Semarang.
Peristiwa tersebut langsung ditangani Satreskrim Polres Temanggung bersama tim medis dan petugas kepolisian setempat.
Kronologi Penemuan Korban di Tenda Glamping Posong
Berdasarkan laporan Satreskrim Polres Temanggung, rombongan korban tiba di kawasan wisata Posong pada Selasa malam, 26 Mei 2026 sekitar pukul 21.05 WIB.
Mereka datang menggunakan satu unit mobil Honda Jazz RS berwarna putih dengan nomor polisi H-1609-PT.
Setelah melakukan registrasi, rombongan kemudian diantar menuju lokasi Glamping Safari Nomor 3 sekitar pukul 21.30 WIB oleh petugas setempat.
Keesokan harinya, Rabu pagi sekitar pukul 09.00 WIB, salah satu saksi datang untuk mengantarkan sarapan kepada korban. Namun, saat dipanggil dari luar tenda, tidak ada jawaban sama sekali.
Karena tidak mendapat respons, saksi kembali mendatangi tenda sekitar pukul 11.30 WIB untuk melakukan pembersihan menjelang waktu check out. Meski kembali dipanggil, kondisi tetap sama dan tidak ada suara dari dalam tenda.
Situasi mulai mencurigakan hingga akhirnya sekitar pukul 15.45 WIB, salah satu saksi membuka tenda tersebut. Saat itulah empat orang di dalam tenda ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Penemuan itu kemudian dilaporkan kepada kru lain dan diteruskan kepada pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
Polisi Temukan Kondisi Tenda Masih Rapi
Tim Inafis Polres Temanggung bersama tenaga medis dari Puskesmas Kledung langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menyebut kondisi tenda camping masih dalam keadaan rapi dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh para korban.
Petugas juga menemukan posisi tangan para korban dalam keadaan saling menggenggam.
Temuan tersebut menjadi salah satu fokus pemeriksaan dalam proses penyelidikan penyebab kematian satu keluarga tersebut.
Hasil Pemeriksaan Awal di Lokasi
Berikut beberapa hasil pemeriksaan awal dari kepolisian dan tim medis:
-
Kondisi tenda camping masih rapi
-
Tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban
-
Posisi tangan korban saling menggenggam
-
Mulut korban ditemukan berbusa
-
Dugaan awal mengarah pada keracunan dan hipotermia
Dugaan Penyebab Kematian Masih Didalami
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dari tim medis, dugaan sementara penyebab kematian para korban mengarah pada keracunan disertai hipotermia.
Dugaan itu muncul setelah ditemukan ciri-ciri mulut korban berbusa saat pemeriksaan dilakukan di lokasi kejadian.
Selain itu, kondisi cuaca dingin di kawasan Posong yang berada di dataran tinggi juga menjadi salah satu faktor yang ikut diperiksa dalam penyelidikan.
Meski demikian, polisi menegaskan penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik.
Satreskrim Polres Temanggung telah berkoordinasi dengan Bidokkes serta laboratorium forensik bagian kimia dan biologi untuk melakukan pemeriksaan lanjutan.
Polisi Periksa Sejumlah Saksi
Dalam penanganan kasus tersebut, polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi wisata saat kejadian berlangsung.
Beberapa petugas kepolisian yang turun langsung ke lokasi antara lain personel Polsek Parakan, Polsubsektor Kledung, Inafis Polres Temanggung, hingga tim Resmob.
Kasat Reskrim Polres Temanggung AKBP Zamrul Aini mengatakan pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut untuk memastikan penyebab kematian empat korban.
Sementara itu, jenazah para korban dibawa ke RSUD Temanggung untuk menjalani proses autopsi.
Kabar Duka Menyebar di Lingkungan Kampus UGM
Kabar meninggalnya Bagas Amar Hakiki bersama keluarganya juga menyebar di lingkungan kampus UGM melalui informasi lelayu yang beredar.
Dalam informasi tersebut disebutkan bahwa Bagas merupakan mahasiswa aktif Sastra Prancis UGM dan pernah menjabat sebagai Ketua Unit Fotografi UGM periode 2023/2024.
Prosesi pemakaman keluarga tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 28 Mei 2026 dari rumah duka di wilayah Banyubiru.
Peristiwa ini pun memunculkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, hingga rekan-rekan korban di lingkungan kampus dan masyarakat. (nsp)