news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Mengenang Sosok Bagas Amar Hakiki, Mahasiswa UGM yang Dikenal Aktif dan Kreatif di Lingkungan Kampus.
Sumber :
  • Istimewa

Unggahan Terakhir Mahasiswa UGM Bagas Amar Hakiki Jadi Sorotan, Foto Perjalanan Alam Kini Dipenuhi Ucapan Duka

Unggahan terakhir mahasiswa UGM Bagas Amar Hakiki sebelum ditemukan tewas bersama keluarganya di Posong Temanggung dipenuhi ucapan duka.
Kamis, 28 Mei 2026 - 19:30 WIB
Reporter:
Editor :

Temanggung, tvOnenews.com - Unggahan terakhir mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Bagas Amar Hakiki, mendadak menjadi sorotan publik setelah dirinya ditemukan meninggal dunia bersama keluarganya di Glamping Safari Taman Wisata Alam Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Mahasiswa Program Studi Sastra Prancis UGM itu ditemukan tewas bersama ayah, ibu, dan adiknya pada Rabu (27/5/2026).

Sebelum kabar duka tersebut ramai diperbincangkan, Bagas ternyata sempat membagikan momen perjalanannya melalui akun Instagram pribadinya, @bagasamar.

Unggahan Terakhir Bagas Dipenuhi Ucapan Duka

Unggahan terakhir Bagas dibuat pada 27 Maret 2026. Dalam unggahan tersebut, Bagas membagikan sejumlah foto bernuansa alam dan hutan.

Dari foto-foto yang diunggah, Bagas terlihat menikmati suasana pepohonan rindang dan kawasan alam terbuka yang diduga berada di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Hal itu diketahui dari caption singkat yang ditulis Bagas dalam unggahannya, yakni “Ngalam”, sebutan populer untuk Kota Malang.

Unggahan tersebut kini dipenuhi komentar duka cita dari teman, sahabat, hingga rekan sesama mahasiswa yang mengenal sosok Bagas semasa hidupnya.

Banyak warganet menyebut Bagas sebagai pribadi baik dan ramah.

“Rest in peace, Gas, aku bersaksi Bagas orang baik.”

“You and your family are good people. Rest in love, Mas Bagas and family.”

“Orang baik, i swear to God.. protect him yaAllah.”

“Fly high, beautiful soul.”

Komentar belasungkawa terus berdatangan di unggahan tersebut setelah kabar meninggalnya Bagas bersama keluarganya tersebar luas di media sosial.

Aktif di Dunia Fotografi Kampus

Semasa kuliah, Bagas diketahui aktif di lingkungan kampus UGM. Selain tercatat sebagai mahasiswa Sastra Prancis, ia juga tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Unit Fotografi (UFO) UGM.

Ketertarikan Bagas terhadap dunia fotografi terlihat dari berbagai unggahan di media sosial pribadinya yang banyak menampilkan dokumentasi perjalanan, suasana alam, hingga hasil foto artistik.

Kepergian Bagas juga meninggalkan duka mendalam bagi lingkungan kampus. Program Studi Bahasa dan Sastra Prancis UGM turut mengirimkan karangan bunga ke rumah duka di Dusun Bendosari RT 04/RW 08, Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Kronologi Bagas dan Keluarga Ditemukan Tewas

Bagas diketahui menginap bersama keluarganya di Glamping Safari Taman Wisata Alam Posong, Temanggung, pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Ia berada di lokasi bersama ayahnya, Muhamad Ali Munawar (52), ibunya Maghfirah (43), dan adiknya Alvino Evan Hakim (16).

Keesokan harinya, petugas glamping mendatangi tenda tempat keluarga tersebut menginap sekitar pukul 11.45 WIB untuk mengingatkan waktu check-out.

Namun, saat dipanggil, tidak ada respons dari dalam tenda.

Pejabat sementara Kasatreskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Putra, menjelaskan petugas sempat meninggalkan lokasi karena mengira para tamu masih beristirahat.

Beberapa jam kemudian, petugas kembali karena merasa curiga keluarga tersebut belum juga keluar dari tenda.

Saat pintu tenda dibuka, keempat korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

“Setelah dibuka pintu, terlihatlah keempat korban sudah kaku di lokasi kejadian,” ujar Komang.

Dugaan Keracunan Masih Didalami Polisi

Polisi menduga keempat korban mengalami keracunan. Dugaan sementara mengarah pada makanan barbeku yang dibawa sendiri oleh keluarga tersebut saat menginap.

Petugas kepolisian telah mengamankan sejumlah barang dan sisa makanan di lokasi kejadian untuk diperiksa lebih lanjut di Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah.

“Indikasi awal kemungkinan keracunan dari makanan barbeku yang dibawa sendiri oleh korban,” kata Komang.

Saat ini, polisi masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium guna memastikan penyebab pasti meninggalnya Bagas dan keluarganya.

Kasus meninggalnya satu keluarga di kawasan wisata Posong itu pun menjadi perhatian publik, terutama setelah unggahan terakhir Bagas di media sosial dipenuhi pesan haru dan doa dari orang-orang yang mengenalnya. (nsp)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:20
02:44
01:15
01:30
01:23
00:58

Viral