- Adinda Ratna Safira/tvOnenews
Direktur Travel Umrah Hanania Dilaporkan Dugaan Penipuan, Ratusan Korban Alami Kerugian Ada yang Capai Rp700 Juta
Jakarta, tvOnenews.com - Sejumlah calon jamaah umrah Travel Hanania Group melaporkan Direktur Utama, Ahmad Syah Farhan terkait kasus penipuan akibat tidak kunjung diberangkatkan umrah ke tanah suci usai melunasi pembayaran.
Pelaporan ini dilayangkan langsung ke Polda Metro Jaya, pada Kamis (28/5/2026).
Adapun pelayangan laporan ini telah teregister dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/3823N/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA dan LP/B/3825//2026/SPKT/POLDA METRO JAYA, tanggal 28 Mei 2026. Tertulis terlapor yakni Ahmad Syah Farhan.
Salah satu korban, Noer Noviana (39) mengatakan bahwa dirinya dijanjikan berangkat umrah pada 29 Maret 2026, namun hingga saat ini tidak ada kejelasan.
“Saya mau melaporkan Hanania Travel terkait dugaan penipuan, ya. Karena saya daftar dari Januari, dijanjikan berangkat tanggal 29 Maret, tapi sampai sekarang juga belum ada keberangkatan,” kata Novi, di Polda Metro Jaya, Kamis (28/5/2026).
Lebih lanjut Novi menjelaskan bahwa awalnya alasan terlapor tidak memberangkatkan dirinya karena force majuere akibat banyaknya penerbangan transit Dubai yang dibatalkan lantaran kondisi geopolitik global. Namun ternyata itu hanya alasan dari Farhan sang pemilik travel.
“Dari travel-nya, waktu pertama Maret itu kan ada banyak flight yang di-cancel. Nah, dia bilang katanya force majeure gitu. Waktu pertama, jadi kayak jamaah yang lain tuh cari tahu gitu. Tapi katanya dia juga tiket belum issued, atau hotel belum issued. Akhirnya saya nggak tahu juga gimana caranya, ketahuannya begitu. Akhirnya dia ngaku kalau emang beneran itu bukan force majeure,” jelas Novi.
Sementara itu, Novi mengaku atas peristiwa ini dirinya mengalami kerugian mencapai Rp78,8 juta.
Dalam pelaporan ini Novi juga telah menyerahkan barang bukti berupa invoice, dokumen pelunasan, dan dokumen lainnya.
“Total kerugian Rp78,8 juta. Itu paket yang umrah, tapi Dubai transit. Tapi bukan yang keliling Dubai, cuma transit, langsung jalan,” ungkap Novi.
Dalam kesempatan yang sama, calon jamaah lainnya yang juga menjadi korban, yakni Joko (47) mengaku melaporkan dugaan penipuan usai tidak ada kejelasan soal keberangkatan umrah.
“Ya, kita bikin laporan, LP, ke Saudara Ahmad Syah Farhan ya, selaku Direktur Utama PT Hanania ya. Karena memang kita jamaah merasa ada yang janggal atas proses pemberangkatan umrah yang memang harusnya sudah terjadi gitu ya. Karena rata-rata teman-teman sudah lunas, tapi prosesnya masih enggak jelaslah gitu,” jelas Joko.