news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Waduk Batu Licin di Cipayung, Jakarta Timur..
Sumber :
  • Antara

DLH DKI Sebut Waduk hingga Saluran Drainase Milik Jakarta Tak Cukup Tampung Curah Hujan Tinggi hingga Ekstrem

Kepala DLH DKI sebut pembangunan infrastruktur pengendali banjir seperti waduk, tanggul sungai, pompa air, sodetan hingga saluran drainase masih efektif lindungi Jakarta dari banjir.
Jumat, 29 Mei 2026 - 09:59 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi Asikin menyebut pembangunan infrastruktur pengendali banjir seperti waduk, tanggul sungai, pompa air, sodetan hingga saluran drainase masih efektif melindungi Jakarta dari banjir.

Namun, dia mengatakan infrastruktur milik Jakarta masih terbatas untuk menampung curah hujan tingkat normal hingga menengah.

Dudi menjelaskan pembangunan waduk atau embung, saluran drainase, hingga pompa air memang didesain untuk menampung dan mengalirkan curah hujan tingkat tertentu.

“Kapasitas desain ini ditentukan dari probabilitas curah hujan yang terjadi, di Jakarta kapasitas desain yang digunakan yaitu 100-150 mm,” ujar Dudi kepada wartawan, Jumat (29/5/2026).

Namun, dia menjelaskan dalam beberapa tahun terakhir, intensitas hujan di Jakarta berada pada tingkat tinggi sampai ekstrem.

“Karena adanya perubahan iklim, curah hujan yang terjadi cenderung tinggi dan ekstrim yaitu 150-250 mm,” ungkapnya.

Kondisi ini membuat waduk hingga saluran drainase di Jakarta tidak cukup menampung curah hujan tinggi sampai ekstrem.

“Jadi, pembangunan infrastruktur pengendali banjir di Jakarta efektif untuk curah hujan 100-150 mm,” kata Dudi.

Menurut Dudi, Jakarta membutuhkan kapasitas infrastruktur pengendali banjir yang lebih besar untuk bisa menampung curah hujan tinggi dan ekstrem.

“Untuk curah hujan yg lebih tinggi lagi dibutuhkan kapasitas infrastruktur yang lebih besar,” kata dia.

Di sisi lain, kebutuhan tersebut membutuhkan biaya pembangunan dan kebutuhan lahan yang lebih besar.

“Ini akan berbanding lurus dengan kebutuhan lahan untuk pembangunan dan kebutuhan biaya untuk pembangunan infrastruktur pengendali banjir,” pungkas Dudi. (saa/muu)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:15
01:03
09:09
05:21
07:09
01:51

Viral