news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Sumber :
  • Tim tvOnenews/Abdul Gani Siregar

Bahlil Ingin Bertemu Pencipta Lagu 'My Little Bolu Ketan': Anak Saya sampai Ngetawain

Raffi mengungkapkan bahwa Bahlil penasaran dengan sosok yang menciptakan lagu tersebut. Mendengar hal itu, Bahlil langsung membenarkannya.
Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:55 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Lagu berjudul 'MBG Mas Bahlil Ganteng' tengah ramai diperbincangkan warganet dan banyak digunakan dalam berbagai unggahan di media sosial, terutama TikTok dan Instagram.

Fenomena tersebut rupanya sampai ke telinga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Ia pun memberikan tanggapan terkait lagu yang belakangan viral tersebut.

Momen saat Bahlil membahas lagu itu terlihat dalam sebuah video yang diunggah oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad. Dalam rekaman tersebut, keduanya tampak berbincang santai mengenai lagu yang sedang menjadi perbincangan publik.

Raffi mengungkapkan bahwa Bahlil penasaran dengan sosok yang menciptakan lagu tersebut. Mendengar hal itu, Bahlil langsung membenarkannya.

"Kalau (lagu) itu, asli penasaran (penciptanya). Adinda (Raffi), saya akan minta tolong untuk saya mengundang kalau yang bersangkutan berkenan," kata Bahlil dalam video tersebut, dikutip Sabtu (30/5/2026).

Bahlil mengatakan keinginannya bertemu bukan untuk hal serius. Ia hanya ingin mengenal lebih dekat pencipta lagu tersebut sambil berbincang santai dan menikmati makan bersama.

"Karena penasaran juga saya. Saya lagi ibadah umroh, tapi setiap pagi bangun anak saya aja ketawain saya," ujar Bahlil.

Namun, ia mengaku tidak mengetahui pasti bagaimana lagu tersebut bisa muncul dan menjadi tren. Menurutnya, lagu itu merupakan bagian dari kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda.

Ia menilai kreativitas di ruang digital perlu terus didukung, namun penggunaannya tetap harus memperhatikan batasan agar tidak menyinggung isu-isu sensitif yang berpotensi memecah persatuan.

"Saya menghargai kreativitas orang-orang, anak muda sekarang. Cuma, satu aja saran saya. Di era demokrasi media sosial ini penting, namun kalau boleh juga kita gunakan dengan terukur. Contoh, jangan sampai masuk (isu) SARA," kata Bahlil.

Menurut Bahlil, apabila sebuah konten sudah menyentuh persoalan SARA, maka hal itu tidak baik bagi kebersamaan dan solidaritas antarwarga Indonesia. Karena itu, ia mengingatkan agar kreativitas tetap disalurkan dalam koridor yang positif.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:15
01:03
09:09
05:21
07:09
01:51

Viral