- Abdul Gani Siregar-tvOne
Dikritik Sering ke Luar Negeri, Teddy Sebut Prabowo Sedang Panen Hubungan Baik di Tengah Gejolak Global
“Untuk itu perlu kedekatan pribadi, kedekatan emosional antar pemimpin baik secara langsung, diliput media ataupun tertutup. Nah, itulah diplomasi,” imbuhnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi jawaban atas kritik yang menilai frekuensi perjalanan luar negeri Presiden terlalu tinggi.
Teddy menegaskan bahwa setiap kunjungan memiliki tujuan strategis dan harus dilihat dari hasil yang diperoleh Indonesia, bukan semata-mata dari jumlah perjalanan yang dilakukan.
“Jadi salah besar kalau dibilang hanya gagah-gagahan seremonial. Jadi kita harus lihat apa yang sudah dicapai dalam satu setengah tahun terakhir ini,” tandas dia.
Di tengah eskalasi konflik yang melibatkan sejumlah kawasan strategis dunia, mulai dari Ukraina hingga Timur Tengah, Istana menilai diplomasi aktif menjadi instrumen penting untuk menjaga kepentingan nasional Indonesia.
Karena itu, berbagai lawatan Presiden Prabowo disebut bukan sekadar agenda kenegaraan, melainkan bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks. (agr/nsi)