- Antara
Dasco Ungkap "Catatan Merah" Kinerja Dadan Hindayana yang Berujung Pencopotan dari Kursi Kepala BGN
Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, buka suara terkait alasan di balik keputusan Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari posisi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurut Dasco, langkah tersebut diambil berdasarkan evaluasi mendalam yang dilakukan oleh pihak pemerintah.
Dasco mengungkapkan bahwa dirinya telah mendengar penjelasan langsung dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) mengenai poin-poin yang menjadi dasar pergantian kepemimpinan di lembaga baru tersebut.
Ia menyoroti adanya masalah dalam manajemen internal serta sinergi dengan kementerian
"Iya, tadi kalau mendengar evaluasi, mendengar penjelasan dari Menteri Sekretaris Negara, ada hal-hal evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah. Dalam hal ini, menyangkut tata kelola, dan kemudian kerjasama lintas kementerian yang kemudian dirasa kurang dan beberapa hal yang menjadi catatan-catatan yang menurut pihak pemerintah memang harus dibenahi," ujar Dasco saat memberikan keterangan di Jakarta, Selasa (2/6).
Meski telah mendapatkan gambaran umum, Dasco enggan merinci lebih jauh mengenai poin-poin evaluasi spesifik yang menjadi "catatan merah" bagi Dadan Hindayana.
Ia menyerahkan sepenuhnya detail persoalan tersebut kepada pihak eksekutif untuk dijelaskan kepada publik.
"Nah, kalau soal catatan-catatan ini tentunya pihak pemerintah yang lebih tahu, nanti silakan teman-teman media menanyakan kepada pihak pemerintah. Tapi apapun itu, kita apresiasi yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini," tuturnya menambahkan.
Lebih lanjut, Dasco menegaskan bahwa DPR mendukung penuh langkah pemerintah dalam melakukan pembenahan birokrasi, terutama pada lembaga-lembaga krusial yang baru dibentuk.
Pencopotan ini dipandang sebagai upaya Presiden Prabowo untuk memastikan program-program strategis pemerintah pusat dapat berjalan lebih efektif tanpa terkendala masalah komunikasi antar-lembaga.
Sebelumnya, Presiden Prabowo mencopot Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN, kemudian Lodewijk Freidrich Paulus sebagai Wakil Kepala BGN, dan Sony Sanjaya sebagai Wakil Kepala BGN.
Sebagai langkah penyegaran organisasi, Presiden Prabowo kemudian menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru. Untuk memperkuat struktur kepemimpinan, pemerintah juga mengangkat dua wakil kepala.
“Selanjutnya bapak presiden memutuskan untuk mengangkat saudari Nanik S Deyang yang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru, kemudian saudari Agustina Arum Sari sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional yang baru, dan saudara Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional yang baru,” kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Ruang Sidang Kabinet Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (2/6). (dpi)