news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos (tengah).
Sumber :
  • Instagram/@s_tjo

Deretan Alasan Sherly Tjoanda Mau Jadi Gubernur Malut, dari Mimpi Benny Laos hingga Bicara Fasilitas Kesehatan

Gubernur Malut, Sherly Tjoanda membocorkan berbagai alasan mau menjadi orang nomor satu di Provinsi Maluku Utara. Ini tak lepas dari mimpi mendiang Benny Laos.
Kamis, 4 Juni 2026 - 11:13 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Sherly Tjoanda Laos mempunyai beberapa alasan dirinya mau menjadi Gubernur Maluku Utara (Malut). Hal ini tak lepas dari perjuangan mendiang suami, Benny Laos yang terdaftar sebagai Calon Gubernur (Cagub) pada periode Pilgub 2024.

Sherly Tjoanda mengaku mulanya dirinya tidak memiliki cita-cita sebagai Gubernur Malut. Ia hanya berperan sebagai istri Benny Laos.

Sherly Tjoanda hanya mendukung cita-cita Benny Laos. Sayangnya perjuangan terhenti usai mendiang suami tewas dalam insiden mengerikan pada 2024.

"Apakah itu cita-cita saya menjadi Gubernur? Tidak pernah. Saya adalah seorang istri, ibu rumah tangga (IRT) mendampingi suami, mendukung cita-cita suami, saya adalah pendamping," ujar Sherly Tjoanda dikutip tvOnenews.com dari podcast YouTube Helmy Yahya Bicara, Kamis (4/6/2026).

Apa Saja Alasan Sherly Tjoanda Mau Menjadi Gubernur Malut?

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Helmy Yahya Bicara

Lebih lanjut, Sherly Tjoanda membeberkan sejumlah alasan dirinya maju untuk menjadi orang nomor satu di Maluku Utara. Pertama, ia tidak menginginkan harapan Benny Laos sirna.

Benny Laos tewas usai mengalami kecelakaan ledakan dan kebakaran speedboat di Pulau Taliabu pada 2024. Situasi ini di saat mantan Bupati Pulau Morotai itu menjadi Cagub Malut bersama Sarbin Sehe.

Berdasarkan aturan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Malut memberikan waktu tujuh hari. Partai politik pengusung Benny Laos harus mencari pengganti yang menjadi cikal bakal Sherly maju.

"Tapi karena kecelakaan 12 Oktober tersebut cuma dikasih 7 hari, jika tidak ada pengganti, maka waktu itu nomor urutannya empat akan didiskualifikasi," terangnya.

Sherly sempat menolak menggantikan posisi mendiang suaminya. Ia mengaku tidak percaya diri karena rata-rata pemimpin dipegang oleh kalangan laki-laki.

"Awalnya saya menolak karena saya merasakan untuk pemimpin Maluku Utara ini sangat laki-laki kayak saya kan perempuan," ucapnya.

Akan tetapi, wanita berusia 43 tahun ini terus mendapat dorongan dari berbagai pihak. Ia diminta untuk maju sebagai Cagub Malut menggantikan posisi Benny Laos.

"Banyak sih yang datang ke saya terutama partai-partai politik (pengusung) dan masyarakat waktu itu bilang 'ibu aja yang menggantikan almarhum'," tuturnya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:59
00:59
00:51
01:50
10:51
02:15

Viral