- Instagram/@s_tjo
Deretan Alasan Sherly Tjoanda Mau Jadi Gubernur Malut, dari Mimpi Benny Laos hingga Bicara Fasilitas Kesehatan
Sherly juga masih memiliki trauma mendalam setelah insiden tersebut. Ia sempat memutuskan pergi ke Jakarta untuk tinggal bersama anak-anaknya.
Dorongan itu membuatnya maju menggantikan peran suami sebagai Calon Gubernur Malut. Di sisi lain, pada saat itu juga tidak memiliki tokoh penting atau yang lebih unggul mendorongnya setuju.
"Saya juga menolak perjuangannya selesai begitu saja. Saya sudah melihat dan mendengar terlalu banyak, saya merasa harus melanjutkan gagasan dan mimpi besar dari almarhum suami saya, akhirnya saya setuju," bebernya.
Sherly saat itu langsung pede. Ia merasa dirinya mudah memenangkan pesta demokrasi pada Pilkada 2024.
Pengusaha itu melihat dari jumlah kependudukan di Provinsi Malut. Berdasarkan data proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru dari 2023-2026, jumlah penduduk perempuan memang kalah dari penduduk laki-laki.
Jumlah penduduk laki-laki sekitar 713.200 jiwa (51,24%) dan penduduk perempuan sekitar 678.500 jiwa (48,76%). Namun, Sherly merasa dirinya mendapat sokongan dari kalangan perempuan.
"Ketika itu ada suatu perasaan, suara, saya merasa selama saya menjaga hati saya bersih, saya akan memenangkan kontestasi Pilgub ini. Kemudian, saya mengevaluasi karena saya adalah pebisnis juga, saya melakukan SWOT analisis, saya satu-satunya perempuan. Nah, hampir 50 persen penduduk Maluku Utara adalah perempuan.
"Saya selalu berbicara analogi yang sangat sederhana bahwa yang paling mengerti perempuan adalah perempuan. Maka, jika perempuan Maluku Utara bersatu, maka saya akan menang," tambahnya.
Sherly juga mempuyai alasan percaya terpilih sebagai Gubernur. Perannya yang dekat dengan kalangan milenial sehingga mempunyai kedekatan emosional bersama mereka.
Selain itu, faktor utama Sherly memberanikan maju saat menyinggung fasilitas kesehatan. Ia cukup menyayangkan dengan aspek ini ketika mendiang suaminya mengalami kecelakaan mengerikan.
Sherly menyebut minimnya fasilitas kesehatan membuat nyawa mendiang suami tak terselamatkan. Hal ini membuat dirinya sangat menggebu-gebu untuk memperbaiki pelayanan kesehatan di Malut.
(hap)