- tim tvOne
BTL Robotics Academy Dorong Inovasi Rehabilitasi Robotik untuk Perkuat Layanan Kesehatan di Indonesia
Surabaya, tvOnenews.com - Upaya memajukan layanan kesehatan berbasis teknologi tinggi kembali digalakkan melalui BTL Robotics Academy yang digelar di Bali. Kegiatan ini menghadirkan pemangku kebijakan, dokter spesialis, tenaga kesehatan, akademisi, manajemen rumah sakit, serta pakar internasional untuk membahas perkembangan teknologi rehabilitasi robotik dan masa depan layanan neurorehabilitasi di Indonesia.
Acara ini menjadi wadah edukasi dan kolaborasi yang menggabungkan seminar ilmiah, diskusi pakar, studi kasus klinis, pameran teknologi, hingga sesi praktik langsung (hands-on workshop). Peserta memperoleh wawasan mengenai penerapan rehabilitasi robotik sekaligus mencoba perangkat yang dirancang untuk mempercepat pemulihan pasien gangguan saraf.
Dalam kesempatan tersebut, BTL resmi meluncurkan dua inovasi terbaru untuk pasar Indonesia, yakni BTL Exo dan BTL Walk. Kedua teknologi ini dikembangkan untuk mendukung pemulihan fungsi berjalan, meningkatkan mobilitas, serta mengembalikan kemandirian pasien, khususnya penyintas stroke dan gangguan neurologis lainnya.
Pemulihan pascastroke masih menjadi tantangan besar karena berdampak pada kualitas hidup, produktivitas, serta beban pembiayaan kesehatan. Karena itu, layanan rehabilitasi memegang peran penting dalam proses pemulihan hingga pasien dapat kembali menjalankan aktivitas sosialnya.
Sejalan dengan transformasi kesehatan nasional, penguatan layanan rehabilitasi kini menjadi salah satu prioritas pemerintah, termasuk dalam penanganan penyakit katastrofik seperti jantung, kanker, stroke, dan uronefrologi (KJSU).
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, drg. Putih Sari, menegaskan bahwa penguatan layanan rehabilitasi merupakan investasi jangka panjang bagi sistem kesehatan Indonesia.
“Dalam pengelolaan stroke, fase pemulihan sangatlah krusial. Pasien butuh dukungan rehabilitasi yang konsisten, intensif, dan berkelanjutan untuk mendapatkan kembali mobilitas, fungsi tubuh, dan tentunya martabat mereka,” ujar drg. Putih Sari.
Ia juga mengingatkan agar adopsi teknologi kesehatan dilakukan secara bertanggung jawab, berbasis bukti ilmiah, serta didukung kesiapan sumber daya manusia, sistem pelayanan, dan akses yang merata.
Perwakilan Kementerian Kesehatan RI, dr. Yuli Farianti, M.Epid., menyambut baik kegiatan tersebut sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan rehabilitasi.
“Forum ini adalah momentum memadukan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi demi mendukung pemulihan fungsi serta kemandirian pasien gangguan saraf,” ungkap dr. Yuli.
BTL Robotics Academy menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka, di antaranya Ketua PP PERDOSRI DR. dr. Rumaisah Hasan, Sp.K.F.R., N.M. (K), AIFO-K, FEMG; pakar neurorehabilitasi dan robotik asal Italia Prof. Paolo Milia, MD, PhD; dr. Sanaz Pournajaf, DPT, PhD; serta jajaran pimpinan internasional BTL Robotics.
Selain itu, BTL Indonesia memamerkan berbagai teknologi rehabilitasi robotik, seperti BTL R-Gait, BTL R-Force, BTL R-Touch, dan BTL R-Lead. Teknologi tersebut dirancang untuk membuat latihan rehabilitasi lebih terukur, intensif, konsisten, dan terdokumentasi secara digital sehingga memudahkan tenaga kesehatan memantau perkembangan pasien.
Direktur PT BTL Indonesia, Yosua Agus Widodo, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar peluncuran produk, melainkan upaya membangun ekosistem rehabilitasi robotik yang kuat di Indonesia.
“Kami ingin membangun ruang kolaborasi antara dokter, tenaga medis, rumah sakit, akademisi, dan pembuat kebijakan. Tujuannya jelas: memastikan teknologi ini dipahami dengan benar, diterapkan secara bertanggung jawab, dan memberi manfaat nyata bagi pasien di Surabaya, Jakarta, Bali, maupun daerah lain,” ujar Yosua.
BTL Robotics Academy 2026 diharapkan menjadi awal kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan guna meningkatkan kualitas layanan rehabilitasi melalui edukasi, kerja sama institusi, dan penyediaan teknologi yang mendukung pemulihan pasien Indonesia. (gol)