news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Sebanyak 84 Peserta P3N Angkatan XXVII Lemhannas RI Resmi Lulus.
Sumber :
  • Istimewa

Sebanyak 84 Peserta P3N Angkatan XXVII Lemhannas RI Resmi Lulus, Eks Ketum GMNI Tercatat Jadi Lulusan Termuda

Lemhannas RI resmi menutup P3N Angkatan XXVII dan menetapkan sebanyak 84 peserta lulus setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan.
Minggu, 7 Juni 2026 - 13:43 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.ckm – Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) resmi menutup Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan XXVII dan menetapkan sebanyak 84 peserta lulus setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan. Para peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, BUMN, akademisi, hingga organisasi kemasyarakatan.

Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional merupakan program strategis Lemhannas RI yang dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan nasional dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa. Selama mengikuti pendidikan, peserta dibekali pemahaman mengenai geopolitik, geostrategi, ketahanan nasional, kepemimpinan strategis, serta berbagai isu aktual yang berkembang di tingkat nasional maupun global.

Selain menerima materi dari para pakar dan pemangku kepentingan strategis, peserta juga dituntut menyelesaikan berbagai penugasan akademik berupa kajian kebijakan, policy brief, diskusi strategis, hingga penyusunan Kertas Kerja Perorangan (KKP) yang mengangkat berbagai isu penting terkait pembangunan nasional.

Pada acara penutupan yang berlangsung di Jakarta, Kamis (4/6/2026), Gubernur Lemhannas RI, TB Ace Hasan Syadzily, menegaskan bahwa para alumni P3N harus mampu menjadi pemimpin yang tidak hanya memiliki kapasitas intelektual, tetapi juga integritas dan karakter kebangsaan yang kuat.

"Para alumni P3N 27 harus menjadi pemimpin nasional yang memiliki integritas, karakter kebangsaan, dan keteguhan moral dalam menjalankan tugas dan pengabdian," kata Ace, kepada wartawan, Minggu (7/6).

Menurut Ace, dinamika global yang semakin kompleks menuntut hadirnya pemimpin yang mampu berpikir strategis dan memiliki kemampuan membaca perubahan. Perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, transformasi ekonomi digital, hingga meningkatnya ketegangan geopolitik dunia menjadi tantangan yang membutuhkan respons kepemimpinan yang adaptif dan visioner.

"Seluruh dinamika dan tantangan tersebut menuntut hadirnya pemimpin nasional yang memiliki kapasitas strategis, berpikir jauh ke depan, mampu membaca perubahan global, dan memiliki keteguhan dalam menjaga kepentingan nasional," ujarnya.

Ace juga menekankan pentingnya peran para alumni sebagai perekat persatuan bangsa dan penjaga kohesi sosial. Menurutnya, pemimpin masa depan harus mampu membangun kolaborasi lintas sektor serta mengesampingkan ego kelembagaan demi tercapainya tujuan nasional.

"Jejaring strategis antarlembaga, antarsektor, dan antargenerasi sangat penting dalam memperkuat kolaborasi nasional guna mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045," tegas Ace

Lebih lanjut, Ace menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan pendidikan dengan penuh disiplin, dedikasi, dan semangat belajar yang tinggi. Menurutnya, proses pendidikan yang padat dan penuh tantangan tersebut menjadi bekal penting dalam membentuk pemimpin yang tangguh, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Kelulusan 84 peserta P3N Angkatan XXVII menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Lemhannas RI dalam menyiapkan kader-kader pemimpin nasional yang memiliki wawasan kebangsaan, kemampuan strategis, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan masa depan menuju Indonesia Emas 2045.

Di tengah dominasi peserta yang berasal dari berbagai institusi strategis negara, kehadiran Imanuel Cahyadi menunjukkan bahwa kalangan aktivis muda juga memiliki ruang untuk berkontribusi dalam forum kepemimpinan nasional. Pada usia 36 tahun, Aktivis yang dikenal sebagai Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) periode 2019–2025 serta Ketua Bidang Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) periode 2025–2030 itu tercatat sebagai lulusan termuda dalam Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan 27 Lemhannas RI.

Pada usia 36 tahun, Imanuel juga aktif menjalankan peran profesional di salah satuperusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Keterlibatannya dalam dunia profesional, organisasi kepemudaan, dan aktivitas kebangsaan menunjukkan kapasitasnya sebagai figur muda yang mampu menjembatani berbagai sektor dalam pembangunan nasional.

Keberhasilan Imanuel menyelesaikan pendidikan di Lemhannas RI menjadi bukti bahwagenerasi muda yang tumbuh dari tradisi aktivisme tidak hanya mampu menyuarakan aspirasi masyarakat melalui gerakan sosial dan organisasi, tetapi juga mampu bersaing dalam ruang-ruang strategis yang menuntut kapasitas intelektual, kepemimpinan, serta kemampuan merumuskan gagasan kebangsaan.

ia menjadi peserta termuda yang menyelesaikan pendidikan tersebut. Melalui KKP berjudul “Penguatan Kompetensi Vokasi Berbasis Industri Strategis Guna Pemanfaatan Bonus Demografi”, Imanuel menawarkan gagasan penguatan keterhubungan dunia pendidikan, pelatihan vokasi, dan industri sebagai strategi mempersiapkan generasi muda menghadapi persaingan global sekaligus mewujudkan Indonesia Emas 2045.

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:03
01:30
01:38
04:38
05:50
03:19

Viral