news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ibadah umrah.
Sumber :
  • tvOnenews - Gigih Wahyuningsih

Pihak MAAC Buka Suara Usai Dituding Tipu Jemaah Miliaran Rupiah: Ogah Masalah Jadi Konsumsi Publik

Entitas kursus bahasa Arab Mecca Al Arabiya Course (MAAC) di bawah naungan PT Meka Karya Indonesia menjadi sorotan setelah puluhan korbannya mulai buka suara...
Senin, 8 Juni 2026 - 16:15 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com – Entitas kursus bahasa Arab Mecca Al Arabiya Course (MAAC) di bawah naungan PT Meka Karya Indonesia menjadi sorotan setelah puluhan korbannya mulai kompak bersuara.

Founder sekaligus Pimpinan MAAC Muhammad Zulfikar Danopa yang merupakan alumni Universitas Islam Madinah (UIM), diduga membawa kabur dana milik para jemaah hingga menyentuh angka miliaran rupiah.

Modus operandi yang dilancarkan oleh MAAC terbilang sangat rapi. Menggunakan platform Instagram melalui akun @course.official (kini berganti menjadi @maacourse.official).

Masjid Nabawi
Sumber :
  • tvOne - hentty

Mereka menawarkan Program Intensif Daurah Pembelajaran Bahasa Arab langsung di Universitas Islam Madinah dan Universitas Ummul Qura yang dipadukan dengan ibadah umrah.

Promosi gencar ditambah status keagamaan pelaku terbukti ampuh memikat ratusan peserta sejak beberapa tahun terakhir.

Namun janji untuk memperdalam ilmu agama di Tanah Suci itu berakhir pelik. Hingga tenggat waktu keberangkatan, visa tak kunjung terbit dan tiket pesawat tidak pernah diberikan, sehingga jemaah batal berangkat.

Celakanya, uang yang telah disetorkan justru ditahan tanpa kejelasan. Peserta hanya diminta menunggu proses pengembalian dana (refund) yang tidak jelas waktu maupun besarannya.

Korban Berasal dari Seluruh Indonesia dengan Total Kerugian Rp1,6 Miliar

Masjid Nabawi
Sumber :
  • tvOnenews - Gigih Wahyuningsih

Berdasarkan data dari posko pengaduan mandiri para korban, sedikitnya sudah ada 21 orang dari berbagai wilayah di Indonesia—mulai dari Jakarta, Tangerang, Malang, Surabaya, Padang, Kalimantan Selatan, hingga Riau, dan Aceh—yang resmi mengonsolidasikan bukti kerugian.

Total kerugian finansial dari 21 korban ini saja telah menyentuh angka Rp1,6 miliar, dan jumlah tersebut diprediksi akan terus membengkak seiring makin banyaknya korban baru yang mulai berani melapor.

Pola penipuan ini diduga menggunakan skema bergulir yang telah memakan korban sejak tahun 2022 hingga jadwal keberangkatan fiktif pada akhir Desember 2025.

Para korban mendesak agar Zulfikar Danopa segera dipenjara dan MAAC ditutup total karena dinilai telah mencoreng status alumni UIM serta memalukan profesi ustaz dan institusi pendidikan Islam.

Somasi terbuka dan surat peringatan yang dilayangkan oleh kuasa hukum para korban, Dimas Yemahura Alfaruq dari DNV Lawfirm, diabaikan sepenuhnya oleh pihak PT Meka Karya Indonesia.

Laporan Polisi Mandek, Respons Dingin Pihak MAAC

Ilustrasi jual beli di halaman Masjid Nabawi saat waktu Shalat Jumat
Sumber :
  • iStockPhoto

Sebelum gerakan massal ini bergulir, sebenarnya telah ada Laporan Polisi resmi dengan nomor LP/B/2520/XII/2025/SPKT/POLRES BOGOR/POLDA JAWA BARAT pada tanggal 21 Desember 2025 yang dilayangkan oleh 4 orang korban awal. Namun, laporan tersebut dinilai mandek di tingkat kepolisian resor.

Menyikapi kebuntuan tersebut, Dimas Yemahura menegaskan bahwa tim hukum tengah merampungkan berkas kumulatif dari 19 korban baru guna melaporkan sindikat keluarga ini langsung ke Bareskrim Mabes Polri.

Selain mendesak penahanan dari kepolisian, koalisi korban juga meminta Kementerian Agama RI (Kemenag) dan Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta untuk segera mem-blacklist entitas MAAC Muhammad Zulfikar Danopa, beserta seluruh anggota keluarganya dari akses pengurusan visa ke Arab Saudi.

Merespons derasnya hantaman tudingan miring tersebut, pihak Mecca Al Arabiya Course (MAAC) buka suara.

"Untuk saat ini kami memilih untuk tidak memberikan komentar maupun wawancara terkait berbagai informasi yang sedang beredar di ruang publik," tulis pihak manajemen MAAC saat dikonfirmasi tvOnenews.com, Senin (8/6/2026).

Pihak MAAC berdalih bahwa polemik internal ini akan jauh lebih efektif jika diselesaikan secara tertutup melalui jalur komunikasi langsung dengan para jemaah yang berkepentingan.

Mereka juga mengklaim bahwa roda bisnis perusahaan tidak terganggu oleh kasus hukum ini.

"Kami meyakini bahwa setiap persoalan akan lebih baik diselesaikan secara proporsional melalui komunikasi langsung dengan pihak-pihak yang berkepentingan, sehingga kami tidak berencana membawa hal tersebut ke ranah polemik publik," tulis pihak MAAC berdalih.

"Di sisi lain, kegiatan dan layanan perusahaan tetap berjalan sebagaimana mestinya, dan kami tetap berkomitmen menjalankan tanggung jawab serta pelayanan kepada seluruh peserta sesuai kapasitas dan prosedur yang berlaku," tutup MAAC.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:25
00:57
09:29
05:05
02:16
00:51

Viral