news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Wamenlu Anis Matta.
Sumber :
  • Tim tvOnenews/Abdul Gani Siregar

Prabowo Minta Maaf ke 8 Dubes Negara Sahabat Karena Tertunda Penyerahan Kredensial

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada delapan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) negara sahabat yang baru menyerahkan surat kepercayaan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026).
Selasa, 9 Juni 2026 - 08:54 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada delapan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) negara sahabat yang baru menyerahkan surat kepercayaan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026).

Permohonan maaf itu disampaikan karena proses penerimaan kredensial tidak dapat dilakukan lebih awal sejak para diplomat tersebut tiba dan mulai bertugas di Indonesia.

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Anis Matta mengatakan, Prabowo secara khusus menyampaikan penjelasan kepada para duta besar terkait keterlambatan agenda diplomatik tersebut.

“Tadi Presiden sudah juga menyampaikan, pertama beliau meminta maaf atas keterlambatan ini kepada seluruh para dubes,” kata Anis kepada wartawan, dikutip Selasa (9/6/2026).

Menurut Anis, tertundanya penyerahan kredensial bukan disebabkan faktor politik ataupun kesengajaan pemerintah menunda proses diplomatik. Ia menegaskan kondisi tersebut semata-mata dipengaruhi padatnya agenda Presiden sejak awal masa pemerintahannya.

“Dan murni lebih banyak karena faktor jadwal yang sangat padat dari beliau. Tidak ada niat sama sekali untuk menunda-nunda pemberian kredensial ini. Sama sekali enggak, murni karena masalah jadwal yang sangat padat saja sejak dari pelantikan dan situasi fokus beliau kepada penanganan situasi global yang benar-benar membutuhkan konsentrasi penuh ya,” jelasnya.

Anis menuturkan sejak dilantik sebagai Presiden, Prabowo dihadapkan pada berbagai agenda domestik dan internasional yang menyita perhatian pemerintah.

Kondisi geopolitik global yang dinamis juga disebut menjadi salah satu faktor yang membuat Presiden harus memusatkan perhatian pada berbagai isu strategis di tingkat internasional.

Meski demikian, menurut Anis, para duta besar memahami situasi yang dihadapi Indonesia dan menerima penjelasan yang disampaikan Presiden dengan baik.

“Bagus semuanya. Mereka bisa mengerti situasinya dan karena pada dasarnya situasi seperti ini juga pada umumnya, karena situasi global seperti sekarang ini, orang bisa mengerti situasinya ya,” jelasnya.

Ia memastikan tidak ada persoalan diplomatik yang muncul akibat keterlambatan tersebut. Hubungan Indonesia dengan negara-negara sahabat tetap berjalan normal dan para diplomat yang hadir memahami alasan di balik penjadwalan ulang agenda kenegaraan tersebut.

“Jadi tidak ada, tidak ada masalah pada dasarnya gitu ya,” ungkap Anis menambahkan. (agr/ree)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:54
00:47
06:54
01:12
02:01
08:23

Viral