news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Rupiah Anjlok Lagi ke Rp15.640 per Dolar AS Imbas 'Panas' di Timur Tengah.
Sumber :
  • ANTARA

Saling Adu Data, Pengamat Ekonomi sebut Rupiah Semakin Anjlok, Gubernur BI sebut Rupiah akan Bangkit 2027

Semua mata publik tertuju pada nilai tukar rupiah yang semakin anjlok. Bahkan, elite politik hingga pengamat ekonomi mengomentari terkait anjloknya nilai rupiah
Selasa, 9 Juni 2026 - 16:48 WIB
Reporter:
Editor :

“Ini kisaran kami, 5,1 sampai 5,9 persen (tahun 2027). Tapi kami yakin akan lebih ke batas atas,” ucapnya dalam Rapat Kerja Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM & PPKF) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa, (9/6/2026).

Kemudian, ia memprediksi kurs rupiah pada tahun 2027 akan berkisar Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS). Dia menyebut ada lima faktor yang akan mendorong penguatan nilai tukar rupiah.

Pertama, kondisi ekonomi dunia tahun 2027 diyakini akan membaik. Pertumbuhan ekonomi dunia diprediksi akan naik ke angka 3,1 persen.

Kondisi-kondisi itu, menurut Perry, diharapkan bisa mendorong inflow (aliran masuk) ke emerging markets (pasar negara berkembang), termasuk ke Indonesia.

“Yang kedua, yang selalu disampaikan Pak Menteri Keuangan dan saya mengulang-ulangi, fundamental ekonomi yang baik akan mendukung penguatan nilai tukar rupiah. Pertumbuhan ekonomi tinggi, inflasinya rendah, defisit transaksi berjalan juga rendah, imbal hasilnya menarik. Terus cadangan devisa juga lebih dari cukup,” jelasnya.

Faktor yang ketiga adalah kebijakan Presiden Prabowo Subianto mengenai ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI). Menurut Perry, kebijakan itu akan meningkatkan ekspor, devisa hasil ekspor, dan penerimaan negara, sehingga menguatkan kurs rupiah.

Yang keempat adalah komitmen kuat Indonesia untuk terus menjaga nilai tukar rupiah baik melalui intervensi dan kebijakan lainnya.

“Yang kelima, koordinasi erat kebijakan fiskal moneter, kebijakan fiskal pemerintah, dan kebijakan moneter Bank Indonesia. Termasuk dari waktu ke waktu, sekarang kami berdua difokuskan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah."

“Kemarin kita sudah umumkan bersama bagaimana fiskal moneter sama-sama menstabilkan nilai tukar rupiah, yaitu meningkatkan daya tarik imbal hasil investasi asing dan menjaga kecukupan likuiditas,” sambungnya.

Kemudian, ia juga sampaikan, bahwa nilai tukar rupiah akan membaik tahun depan.

Adapun menurut laman resmi BI, per 9 Juni 2026 nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp18.261 (kurs jual) dan Rp18.080 (kurs beli).  (aag)

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:07
06:35
02:22
00:51
00:54
00:47

Viral