- Persib
Viking Persib Club Kutuk Penyerangan di Kragilan Serang
"The Jakmania Kabupaten Serang menggunakan lebih dari 20 motor," ujar Ogi kepada wartawan, Selasa, 9 Juni 2026.
Ogi berpendapat alasan rombongan tersebut datang. Mereka diduga melihat bendera Viking Kragilan yang terpasang di area lokasi acara.
Massa tersebut mulanya memiliki niat untuk menurunkan hingga mengambil bendera. Namun, anggota Viking di lokasi menolak tindakan tersebut sehingga berujung perselisihan dan memicu penyerangan serta pengeroyokan.
"Korban dua orang. Satu luka robek di bagian bibir, satu lagi mengalami memar di pelipis akibat pemukulan," jelas Ogi.
Ogi menambahkan, peristiwa tersebut tidak hanya menyasar anggota suporter, tetapi juga membuat anaknya yang baru berusia dua tahun sempat terjatuh. Bahkan, anak Ogi juga sempat terinjak di tengah kericuhan.
"Saya lihat anak saya jatuh dan langsung saya peluk, anak saya yang umur tujuh tahun sampai menangis terus karena syok melihat kejadian tersebut," katanya.
Kata dia, para korban langsung menjalani visum di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Banten. Pasca-kejadian, Viking Serang Banten juga melaporkan kasus penganiayaan ini kepada polisi.
Pernyataan Ketua Umum Suporter Persija Jakarta
Aksi penyerangan ini menuai reaksi dari Ketua Umum the Jakmania, Diky Soemarno. Diky menyikapi peristiwa tersebut karena membuat anak kecil trauma.
"Kami juga mendengar bahwa terdapat korban luka dan ada anak kecil atau balita yang mengalami trauma akibat kejadian tersebut. Atas semua itu, kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam kepada seluruh pihak yang terdampak," tulis Diky Soemarno.
Diky juga mengutuk keras penyerangan yang mengakibatkan anak kecil trauma. Baginya, anak-anak adalah aset masa depan dan wajib mendapatkan perlindungan.
"Kami ingin menegaskan bahwa tidak ada pembenaran apa pun terhadap tindakan kekerasan. Apa pun latar belakang dan pemicunya, tindakan yang mengakibatkan orang lain terluka, merasa terancam, atau mengalami trauma tidak dapat dibenarkan," tegasnya.
"The Jakmania akan bersikap kooperatif dan mendukung setiap proses yang ditempuh oleh pihak berwenang untuk mengungkap fakta secara utuh dan adil. Kami berharap seluruh pihak dapat menahan diri, tidak memperkeruh suasana dengan asumsi maupun provokasi baru, serta bersama-sama memastikan kejadian seperti ini tidak terulang kembali di kemudian hari," tukas Diky.