- Persib
Viking Persib Club Kutuk Penyerangan di Kragilan Serang
Bandung, tvOnenews.com - Suporter Persib Bandung, Viking Persib Club menyikapi insiden betrokan menyasar anggotanya di wilayah Kragilan, Kabupaten Serang, Banten pada Minggu (7/6/2026) malam.
Ketua Viking Persib Club, Tobias Ginanjar mengutuk keras tindakan penyerangan diduga oleh oknum suporter Persija Jakarta, Jakmania terhadap Viking Serang Banten.
Tobias juga mengecam keras segala bentuk kekerasan. Pasalnya, peristiwa tersebut yang diduga melibatkan suporter Persib Bandung dan Persija Jakarta menimbulkan korban dari kalangan anak-anak.
"Viking Persib Club mengutuk keras segala bentuk tindakan kekerasan yang terjadi, apalagi ini sudah melibatkan anak kecil yang seharusnya bisa mendapatkan ruang yang aman dalam tumbuh kembangnya," ujar Tobias dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/6/2026).
Tobias menyampaikan bahwa, pengurus Viking dari wilayah Serang langsung melakukan koordinasi dengan pengurus pusat. Hal itu terjadi tidak lama peristiwa mencekam menimpa sejumlah anggotanya.
Ia menambahkan, alasan pengurus Viking setempat melakukan koordinasi. Tujuannya membahas langkah akan ditempuh selanjutnya.
Pengurus pusat pun menerima laporan lengkap kronologi peristiwa penyerangan tersebut. Suporter Persib Bandung tersebut membawa kasus ini ke jalur hukum.
"Sejak kejadian terjadi Ketua Distrik Viking Serang Banten langsung berkoordinasi dan berkomunikasi intensif dengan ketua umum terkait kronologis yang terjadi dan memutuskan untuk mengambil langkah hukum seesuai prosedur yang berlaku," katanya.
Akan tetapi, Ketua Viking tersebut mengimbau secara khusus kepada seluruh anggotanya. Ia meminta anggotanya tidak terpancing dan terbawa emosi dengan melakukan aksi balasan.
Ia menambahkan, seluruh anggota Viking diharapkan menyerahkan penanganan kasus penyerangan ini kepada pihak berwajib. Tujuannya menghormati proses penyelidikan yang sedang berjalan.
"Terkait proses hukum, kami sudah menugaskan perwakilan untuk berangkat langsung menemui korban serta melakukan pendampingan hukum sampai dengan tuntas," lanjut dia.
Kronologi Suporter Persib Bandung Diacak-acak di Kragilan Serang
Sebelumnya, Ketua Viking Serang Banten, Ogi Pratama menceritakan kronologi peristiwa penyerangan tersebut. Hal ini bermula ketika jajaran pengurus Viking Serang menggelar kegiatan roadshow.
Saat itu Viking Serang Banten juga melakukan silaturahmi ke Korwil Viking Kragilan. Selepas acara dan akan makan bersama, rombongan diduga the Jakmania dari wilayah yang sama datang.
"The Jakmania Kabupaten Serang menggunakan lebih dari 20 motor," ujar Ogi kepada wartawan, Selasa, 9 Juni 2026.
Ogi berpendapat alasan rombongan tersebut datang. Mereka diduga melihat bendera Viking Kragilan yang terpasang di area lokasi acara.
Massa tersebut mulanya memiliki niat untuk menurunkan hingga mengambil bendera. Namun, anggota Viking di lokasi menolak tindakan tersebut sehingga berujung perselisihan dan memicu penyerangan serta pengeroyokan.
"Korban dua orang. Satu luka robek di bagian bibir, satu lagi mengalami memar di pelipis akibat pemukulan," jelas Ogi.
Ogi menambahkan, peristiwa tersebut tidak hanya menyasar anggota suporter, tetapi juga membuat anaknya yang baru berusia dua tahun sempat terjatuh. Bahkan, anak Ogi juga sempat terinjak di tengah kericuhan.
"Saya lihat anak saya jatuh dan langsung saya peluk, anak saya yang umur tujuh tahun sampai menangis terus karena syok melihat kejadian tersebut," katanya.
Kata dia, para korban langsung menjalani visum di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Banten. Pasca-kejadian, Viking Serang Banten juga melaporkan kasus penganiayaan ini kepada polisi.
Pernyataan Ketua Umum Suporter Persija Jakarta
Aksi penyerangan ini menuai reaksi dari Ketua Umum the Jakmania, Diky Soemarno. Diky menyikapi peristiwa tersebut karena membuat anak kecil trauma.
"Kami juga mendengar bahwa terdapat korban luka dan ada anak kecil atau balita yang mengalami trauma akibat kejadian tersebut. Atas semua itu, kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam kepada seluruh pihak yang terdampak," tulis Diky Soemarno.
Diky juga mengutuk keras penyerangan yang mengakibatkan anak kecil trauma. Baginya, anak-anak adalah aset masa depan dan wajib mendapatkan perlindungan.
"Kami ingin menegaskan bahwa tidak ada pembenaran apa pun terhadap tindakan kekerasan. Apa pun latar belakang dan pemicunya, tindakan yang mengakibatkan orang lain terluka, merasa terancam, atau mengalami trauma tidak dapat dibenarkan," tegasnya.
"The Jakmania akan bersikap kooperatif dan mendukung setiap proses yang ditempuh oleh pihak berwenang untuk mengungkap fakta secara utuh dan adil. Kami berharap seluruh pihak dapat menahan diri, tidak memperkeruh suasana dengan asumsi maupun provokasi baru, serta bersama-sama memastikan kejadian seperti ini tidak terulang kembali di kemudian hari," tukas Diky.
(hap)