- Istimewa
Dihadiri Mahasiswa Hingga Alumni, IPB Gelar Studium Generale untuk Bahas Transformasi Perkebunan Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar Studium Generale bertema “Membangun Masa Depan Sektor Perkebunan Indonesia: Inovasi, Talenta Muda, dan Keberlanjutan”.
Selain dihadiri ratusan peserta dari kalangan mahasiswa dan alumni IPB University, kegiatan ini turut dihadiri oleh M. Abdan Rofi (Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (BEM KM IPB)), Aidil Afdan Pananrang (Founder Rembuk Pemuda), serta Prof. drh. Deni Noviana, Ph.D., DAiCVIM (Wakil Rektor I Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University), yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Dalam sambutannya, Prof. Deni Noviana menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum yang mempertemukan dunia akademik dengan pelaku industri secara langsung. Menurutnya, kolaborasi ini penting untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap tantangan pembangunan nasional.
“Kolaborasi seperti ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami tantangan pembangunan secara langsung dari para pelaku industri. Ini adalah bentuk sinergi yang perlu terus diperkuat untuk melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan menjawab tantangan dan kebutuhan pembangunan nasional ke depannya,” ujarnya.
Presiden BEM KM IPB, M. Abdan Rofi, juga menyoroti bahwa tantangan sektor perkebunan saat ini dapat menjadi peluang bagi generasi muda untuk menghadirkan inovasi baru.
“Setiap tantangan selalu menghadirkan peluang. Transformasi sektor perkebunan hari ini dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk menciptakan inovasi, membangun teknologi baru, dan menghadirkan solusi yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional,” bebernya..
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara (PT Perkebunan Nusantara III), Denaldy Mulino Mauna yang turut hadir menegaskan pentingnya penguatan peran generasi muda dalam mendorong transformasi sektor perkebunan Indonesia di tengah tantangan ketahanan pangan, energi, serta perubahan iklim global.
Denaldy menyampaikan bahwa sektor perkebunan memiliki posisi strategis dalam mendukung perekonomian nasional, sehingga membutuhkan dukungan inovasi, kolaborasi lintas sektor, serta keterlibatan aktif talenta muda untuk menjaga daya saing di tingkat global.
“Kita harus bersama-sama membangun sektor perkebunan Indonesia. Masa depan sektor ini tidak hanya ditentukan oleh perusahaan atau pemerintah, tetapi oleh seluruh pihak yang memiliki komitmen untuk mendorong kemajuan bangsa,” beber Denaldy.
Lebih lanjut, Denaldy menekankan bahwa penguatan inovasi dan pengembangan talenta muda menjadi fondasi utama dalam menghadapi transformasi industri, khususnya pada aspek digitalisasi, peningkatan produktivitas, dan penguatan daya saing global sektor perkebunan Indonesia.
“Generasi muda memiliki peran penting dalam mendorong transformasi digital, peningkatan produktivitas, serta penguatan daya saing perkebunan Indonesia di tingkat global,” tambahnya.
Sementara itu, Founder Rembuk Pemuda, Aidil Afdan Pananrang, menegaskan bahwa pembangunan bangsa merupakan kerja kolektif seluruh elemen masyarakat.
“Kerja-kerja untuk mengoptimalkan peluang bagi kemajuan bangsa bukanlah kerja satu atau dua pihak saja. Ini adalah kerja bersama lebih dari 200 juta jiwa yang memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan Indonesia terus bergerak maju,” katanya.
Diskusi ini berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Mahasiswa terlibat dalam dialog mengenai berbagai isu strategis, mulai dari peluang karier di sektor perkebunan, pengembangan teknologi pertanian dan perkebunan, hingga strategi mewujudkan industri yang lebih berkelanjutan dan inklusif.