- tvOnenews/Syifa Aulia.
Otorita IKN Minta Tambah Anggaran Rp3,2 Triliun untuk 2026 dan Rp15,5 Triliun untuk 2027
Jakarta, tvOnenews.com - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp3,2 triliun untuk 2026 dan Rp15,5 triliun untuk 2027.
Hal itu disampaikan Kepala OIKN Basuki Hadimuljono dalam rapat dengan Komisi II DPR di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).
Basuki menjelaskan Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui anggaran untuk pembangunan IKN pada 2025 sampai 2028 sebesar Rp48,8 triliun.
“Jadi program atau pengalokasian anggaran kami tidak akan keluar dari Rp48,8 triliun ini dari 2025 sampai 2028,” ujar Basuki.
Total anggaran itu kemudian dibagi menjadi tiga kebutuhan, yakni pembangunan infrastruktur, ekonomi, dan kemasyarakatan.
Basuki menyebut pembangunan infrastruktur batch pertama dengan skema kontrak tahun tunggal sebesar Rp3,7 triliun telah diselesaikan pada akhir 2025.
“Untuk pembangunan jalan dan multi-utility tunnel-nya di KIPP 1B dan 1C. Kemudian juga penataan kawasan dan ruang terbuka hijau dan saat ini telah selesai 100 persen,” kata dia.
Selanjutnya, pembangunan batch dua dengan skema kontrak tahun jamak 2025 sampai 2027 sebesar Rp20 triliun untuk membangun gedung perkantoran legislatif (MPR, DPR, DPD) dan yudikatif (MA, MK, KY), termasuk pembangunan akses jalannya.
“Dalam batch 2 ini dibangun 24 embung, kolam retensi, dan jaringan SPAM perpipaan di kawasan tersebut,” kata Basuki.
Lalu, pembangunan batch tiga dengan skema kontrak tahun jamak 2026 sampai 2028 sebesar Rp17,2 triliun.
Basuki menyebut batch tiga ini untuk pembangunan gedung hunian vertikal maupun landed bagi pimpinan dan anggota staf legislatif dan yudikatif, akses jalan menuju hunian, kawasan diplomatik, serta pembangunan embung dan jaringan perpipaan.
“Untuk memenuhi target pembangunan IKN sampai dengan tahun 2028, Otorita IKN mengusulkan tambahan anggaran untuk anggaran sebesar Rp3,2 triliun untuk tahun 2026 dan tahun anggaran 2027 sebesar Rp15,5 triliun,” ungkap Basuki. (saa/cmi)