news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi pencabulan.
Sumber :
  • Antara

Diancam hingga Dituding Pelakor, Seorang Santriwati Diduga Diperkosa Sejak 2024 Oleh Pimpinan Majelis di Karawang

Kasus pencabulan hingga pemerkosaan atau kekerasan seksual semakin banyak terjadi di wilayah Indonesia. Baru-baru ini, di Karawang, seorang santriwati diperkosa
Jumat, 12 Juni 2026 - 16:58 WIB
Reporter:
Editor :

Karawang, tvOnenews.com - Kasus pencabulan hingga pemerkosaan atau kekerasan seksual semakin banyak terjadi di wilayah Indonesia. Baru-baru ini, di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, seorang santriwati berinsial S (15) diduga diperkosa oleh pimpinan sebuah majelis sejak 2024.

Ironisnya, S diduga mendapatkan ancaman hingga dituding perebut suami orang (Pelakor) oleh istri pelaku.

Kasus ini terjadi pada 2024, namun korban baru melapor pada Oktober 2025. Bahkan, kasus ini terungkap setelah istri pimpinan majelis menuduh korban pelakor. 

Keluarga korban tak terima dengan tuduhan tersebut dan mengungkap adanya kasus kekerasan seksual.

Hingga kini, pimpinan majelis belum ditangkap sehingga keluarga meminta kasus segera diusut. 

Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan jelaskan, penyidik telah mendatangi rumah korban dan meminta sejumlah barang bukti.

Selain itu, pihaknya telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP).

"Sudah di tanya ke reskrim, terkait penanganan sudah di informasikan ke pelapor lewat SP2HP," paparnya, dikutip Jumat (12/6/2026). 

Kasus ini mendapat sorotan dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A).

Kepala UPTD PPA Kabupaten Karawang, Karina Nur Regina, mengatakan korban mendapat pendampingan agar dapat bersekolah lagi.

"Kita sudah melakukan konseling maupun penjangkauan. Biasanya kita memotivasi korban untuk kemudian bisa menjalani hari-harinya dalam keadaan baik kembali,"  jelasnya.

Pihaknya juga mendampingi korban selama proses penyelidikan.

"Bagaimana dia kemudian menjadikan apa yang dia alami pelajaran yang berharga, tidak untuk kemudian menjadi beban di hari-hari ke depannya," bebernya.

Sebelumnya, korban menceritakan kasus kekerasan seksual dialaminya saat menginap di rumah pimpinan majelis bersama para santriwati lain.

"Disuruh menginap sama santri-santri lain di rumahnya. Katanya istrinya sendirian. Disitu kan tidurnya di ruang tengah di ruang tamu terus dia pas itu kan dia pulang jam berapa malam, sekitar jam dua belasan setengah satu malam terus dia pulang, ketok-ketok pintu terus gak tau siapa yang buka terus udah gak lama tuh dia ke kamar istrinya," ucapnya.

Korban dibangunkan tengah malam dan diminta ke mushola dalam keadaan gelap.

"Terus gak lama dia keluar dari kamarnya Bangunin saya, mati-mati lampu katanya. Bangunin tuh kenapa gitu, terus katanya, udah sini ikut dulu itu lewat belakang biar gak ketahuan," lanjutnya.

Selama setahun korban diancam sehingga tidak melaporkan perbuatan pimpinan majelis.

"Iya kata dia udah gak usah bilang siapa-siapa kalau bilang nanti hancur semua. Kata dia gitu," bebernya. (aag)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:56
01:32
01:41
01:29
06:21
01:48

Viral