News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ternyata ini Tujuan Utama Dedi Mulyadi buat Sayembara Tangkap Begal, Warga Jabar Dihadiahkan Uang Jutaan

Beberapa waktu Dedi Mulyadi menyampaikan Sayembara tangkap begal. Jika berhasil mendapatkan apresiasi jutaan rupiah.
Senin, 27 Juli 2026 - 08:53 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di Gedung Pakuan Bandung, Kamis (18/6/2026).
Sumber :
  • (ANTARA/Ricky Prayoga)

Jakarta, tvOnenews.com- Siapa sangka, jika Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengumumkan sayembara tangkap begal. Warga jabar pun diberikan hadiah jutaan rupiah.

Ilustrasi Kasus Begal
Ilustrasi Kasus Begal
Sumber :
  • tvOnenews.com - ANF

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal tersebut, ia sampaikan beberapa waktu lalu di tengah Jawa Barat sekitarnya marak terjadi aksi begal dan kriminalitas lainnya.  

Dedi Mulyadi disapa KDM itu, menegaskan bahwa sayembara berhadiah bagi warga yang berhasil melumpuhkan pelaku kejahatan jalanan murni menggunakan dana dari kantong pribadinya. 

Lantas, apa tujuan utamanya? 

Sehubungan dengan sayembara tangkap begal itu, Dedi Mulyadi sebut sebagai langkah inovatif ini digagas untuk merangsang partisipasi aktif masyarakat dalam menekan kasus kriminalitas di ruang publik.

Terlebih ia menilai, apresiasi ini disesuaikan dengan pendekatan kultur masyarakat yang kerap termotivasi oleh sebuah penghargaan.

“Tradisi masyarakat kita adalah tradisi apresiasi. Seperti di sekolah, siswa akan lebih rajin belajar jika ada pemeringkatan atau apresiasi. Begitu juga di lingkungan masyarakat, motivasi ini masih sangat dibutuhkan untuk menggerakkan kepedulian bersama,” ujar KDM dalam jabarprov, Senin (27/7).

Dedi Mulyadi Siapkan Sayembara Rp50 Juta bagi Warga yang Berhasil Lumpuhkan Begal
Dedi Mulyadi Siapkan Sayembara Rp50 Juta bagi Warga yang Berhasil Lumpuhkan Begal
Sumber :
  • Cepi Kurnia/tvOne

Ditambah Dedi, kalau tujuan utamnya adalah menekan angka kejahatan. Juga mencegah kebiasaan main hakim sendiri atau tindakan persekusi oleh massa.

Maka syarat agar masyarakat, terlebih warga Jabar bisa mendapatkan hadiah sayembara. Jika pelaku ditangkap tidak dengan kondisi babak belur.

“Logikanya sederhana, daripada pelaku kejahatan dihakimi massa hingga kehilangan nyawa, lebih baik diserahkan kepada pihak berwajib," sambung KDM.

"Kalau ada sayembara dari saya, masyarakat cukup menyerahkannya tanpa harus dihakimi, dan mereka bisa mendapatkan apresiasi. Secara psikologis, ini akan memengaruhi perilaku masyarakat,” imbuhnya.

Perlu diketahui, Gubernur Jawa Barat Dedi telah menyiapkan hadiah yang bervariasi mulai dari Rp5 juta hingga Rp50 juta. Untuk warga yang berhasil menangkap pelaku pencurian, pencopetan, maupun pembegalan. 

Dengan begitu, Kapolda Jawa Barat menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak bertindak main hakim sendiri. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, masyarakat memiliki hak penuh untuk melakukan pembelaan diri apabila pelaku kejahatan memberikan perlawanan yang mengancam keselamatan.

Sebagai jaminan keamanan ekstra dari negara, Polda Jabar juga membuka layanan pengawalan bagi warga yang terpaksa beraktivitas hingga larut malam.(klw)

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Benarkah Rambut Bayi Dicukur Botak Bisa Tumbuh Lebih Tebal? Ini Penjelasan Dokter

Benarkah Rambut Bayi Dicukur Botak Bisa Tumbuh Lebih Tebal? Ini Penjelasan Dokter

Benarkah rambut bayi dicukur botak bisa tumbuh lebih tebal? dr. Yoga Yandika menjelaskan fakta medis dan faktor yang memengaruhi pertumbuhan rambut anak.
Umuh Buka Suara Soal 'Hilangnya' Dokter Tim yang Buat Persib Dihukum Denda Komdis PSSI Rp25 Juta

Umuh Buka Suara Soal 'Hilangnya' Dokter Tim yang Buat Persib Dihukum Denda Komdis PSSI Rp25 Juta

Hasil rapat Komdis PSSI per tanggal 25 Oktober 2026 menyatakan Persib dihukum dengan senilai Rp25 juta. Ini dampak dari tidak adanya dokter tim yang hadir saat laga tandang kontra Madura United di pekan ke-6 Super League 2026/2027.
Timnas Vietnam Batalkan Uji Coba Kontra Jepang dan Qatar Imbas Penangguhan Piala Asia 2027

Timnas Vietnam Batalkan Uji Coba Kontra Jepang dan Qatar Imbas Penangguhan Piala Asia 2027

Timnas Vietnam dilaporkan membatalkan uji coba kontra Jepang dan Qatar imbas penangguhan Piala Asia 2027. Kedua laga ini seharusnya dimainkan sebelum turnamen digelar.
Resmi Batal Digelar Januari, Netizen Desak AFC Pindah Venue Daripada Paksakan Piala Asia 2027 di Arab Saudi

Resmi Batal Digelar Januari, Netizen Desak AFC Pindah Venue Daripada Paksakan Piala Asia 2027 di Arab Saudi

AFC memilih untuk membatalkan Piala Asia 2027 pada Januari mendatang alih-alih mengganti tuan rumah yang kini dipegang oleh Arab Saudi. 
Herri Pras Jadi Sorotan Usai Digeruduk OTK, Bodyguard Internasional Bahas dari Kacamata Profesional: Jangan Mudah Terpancing Ajakan Duel

Herri Pras Jadi Sorotan Usai Digeruduk OTK, Bodyguard Internasional Bahas dari Kacamata Profesional: Jangan Mudah Terpancing Ajakan Duel

YouTuber Herri Pras menjadi sorotan usai beredarnya video saat dirinya digeruduk orang tak dikenal terkait tantangan duel. Certified International Close Protection Officer turut membahas bahas dari perspektif bodyguard profesional khususnya mengenai keamanan personal dan perlindungan hukumnya.
Nasib MotoGP Qatar 2026 Masih Tanda Tanya, Marc Marquez Pilih Tunda Penerbangan ke Sirkuit Losail

Nasib MotoGP Qatar 2026 Masih Tanda Tanya, Marc Marquez Pilih Tunda Penerbangan ke Sirkuit Losail

Keikutsertaan Marc Marquez pada MotoGP Qatar 2026 masih menjadi sorotan di tengah ketidakpastian penyelenggaraan balapan di Sirkuit Lusail akhir pekan ini.

Trending

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Konten kreator Herri Pras akhirnya buka suara setelah kedatangan Yudi Cahyadi dan sejumlah orang ke kediamannya. Ia turut mengungkap alasan di balik kritiknya.
Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Di bawah asuhan David Nascimento, Timnas Indonesia U-17 mencatatkan statistik mentereng jelang kompetisi penentuan menuju level Asia. 
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT