- istimewa
Soal Kenaikan Harga Pertamax, MPR: Harga Dipengaruhi Minyak Mentah Dunia
Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menyampaikan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak mentah dunia, sebab tidak masuk ke kategori BBM yang mendapatkan subsidi pemerintah.
“Berhubung jenis BBM Pertamax bukan merupakan bagian dari JBT (Jenis BBM Tertentu) atau JBKP (Jenis BBM Khusus Penugasan), tentunya tidak mendapatkan subsidi pemerintah, sehingga harganya akan naik-turun sesuai harga minyak mentah dunia,” beber Eddy dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu (13/6/2026).
Menurut dia, kenaikan harga BBM nonsubsidi saat ini merupakan bentuk penyesuaian atas harga minyak mentah yang selama beberapa bulan terakhir bertahan di kisaran 80–100 dolar AS per barel.
Harga tersebut bisa lebih tinggi karena adanya ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan. Kondisi ini bahkan diproyeksikan akan bergerak naik lagi, apalagi Iran resmi menutup total Selat Hormuz untuk semua aktivitas pelayaran.
Eddy memahami bahwa kenaikan harga Pertamax akan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat dan beban operasional pelaku usaha.
Akan tetapi, dampak tersebut sudah lebih dulu dirasakan masyarakat dan pelaku usaha ketika BBM nonsubsidi lainnya lebih dahulu mengalami kenaikan harga, seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite.
Eddy meyakini kenaikan biaya operasional tidak akan berpengaruh signifikan terhadap harga jual produk akhir.
“Harapan dunia usaha agar pemerintah dapat memberikan dukungan atau insentif di bidang lainnya, baik insentif fiskal maupun nonfiskal, dengan tujuan agar operasional dan kinerja dunia usaha tetap terjaga,” katanya.
Anggota Komisi XII DPR RI yang membidangi sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) itu berharap tidak terjadi migrasi besar-besaran konsumen Pertamax ke BBM bersubsidi Pertalite.
Ia menilai pemerintah telah mengatur dengan ketat tata cara pembelian BBM jenis Pertalite bagi kalangan atau konsumen tertentu.
Harga BBM jenis Pertamax (RON 92) yang sebelumnya Rp12.300 per liter naik menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green (RON 95) berubah dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengikuti regulasi yang berlaku dan merupakan bagian dari implementasi tata kelola energi yang bertujuan menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan energi bagi masyarakat. (ant/aag)