news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Bunga Mawar.
Sumber :
  • Antara

Ikuti Kebutuhan Pokok, Harga Komoditas Bunga Mawar Naik Dua Kali Lipat

Harga komoditas bunga mawar di Pasar Rawa Belong, Jakarta Barat meroket berbarengan dengan kebutuhan pokok yang meningkat.
Senin, 15 Juni 2026 - 02:00 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Harga komoditas bunga mawar di Pasar Rawa Belong, Jakarta Barat meroket berbarengan dengan kebutuhan pokok yang meningkat.

Kendati demikian, meroketnya harga komoditas bunga mawar bukan didasari adanya kenaikan harga kebutuhan pokok.

Dani (23) seorang pedagang bunga di Pasar Rawa belong mengungkap jika kenaikan harga telah terjadi dalam dua pekan terakhir.

Menurutnya kelangkaan pasokan yang berbarengan dengan tingginya permintaan pasar saat musim kelulusan sekolah itu disebut menjadi pemicu utama meroketnya harga bunga.

​Salah seorang pedagang bunga di Pasar Rawa Belong, Dani (23), mengatakan bahwa kelangkaan saat ini terjadi pada hampir seluruh varietas mawar yang paling diburu konsumen. Keterbatasan stok di pasaran ini memaksa para pedagang di tingkat grosir maupun eceran melakukan penyesuaian harga secara signifikan.

​"Yang lagi langka sekarang mawar karena banyak pemakaian saja. Dari harga normal Rp50 ribu, sekarang bisa jadi Rp120 ribu per ikat di tingkat pedagang," ujar Dani saat ditemui di kiosnya, Indah Florist, Jakarta Barat, Minggu.

​Dani menambahkan, akibat lonjakan di tingkat modal tersebut, harga jual mawar eceran kepada konsumen akhir kini menembus angka Rp170 ribu per ikat, tergantung pada dinamika pasokan harian.

​Kendati harga melambung tinggi, Dani mengaku daya beli konsumen tidak sepenuhnya surut karena komoditas tersebut tengah menjadi kebutuhan mendesak bagi sebagian masyarakat.

​Senada dengan Dani, pedagang mawar lainnya, Gatot, mengungkapkan bahwa momentum kenaikan permintaan ini sangat dipengaruhi oleh tren musim kelulusan dan wisuda sekolah yang tengah berlangsung.

​Namun, Gatot memprediksi gejolak harga ini tidak akan berlangsung lama seiring dengan proyeksi pulihnya pasokan dari daerah penghasil.

​"Minggu depan kemungkinan, kalau saya prediksi harga bunga mawar akan kembali menurun karena stok sudah berangsur normal," kata Gatot.

Lonjakan harga mawar di pasar hulu ini tak pelak memukul para pelaku usaha hilir, khususnya pengrajin buket dan bunga hias. Mereka harus memutar otak agar tidak kehilangan pelanggan di tengah melambungnya harga bahan baku.

​Nadia (23), seorang pengrajin bunga hias di kawasan Rawa Belong, mengakui kondisi dilematis ini. Kenaikan harga modal yang disertai kelangkaan barang membuat konsumen menjadi lebih selektif dalam berbelanja.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:56
01:32
01:41
01:29
06:21
01:48

Viral