news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka..
Sumber :
  • Antara

Wapres Gibran: Jangan Sekadar Jadi Penonton, Kita Harus Menjadi Penguasa Teknologi AI

Dalam upaya menyambut visi Indonesia Emas 2045, Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka mendorong seluruh elemen pendidikan, baik guru maupun pelajar, untuk aktif beradaptasi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI). 
Selasa, 16 Juni 2026 - 21:08 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Dalam upaya menyambut visi Indonesia Emas 2045, Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka mendorong seluruh elemen pendidikan, baik guru maupun pelajar, untuk aktif beradaptasi dengan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). 

Gibran menekankan bahwa di tengah masifnya transformasi digital, Indonesia harus mengambil peran strategis.

"Kita tidak bisa lagi menutup mata, atau sekadar menjadi penonton. Kita harus menjadi pemain, kita harus menjadi penguasa teknologi tersebut," ungkap Gibran dalam sebuah unggahan video di akun Instagram resminya, Selasa (16/6).

Menurut Wapres, dunia saat ini tengah bertransformasi secara cepat, beralih dari fokus literasi konvensional menuju literasi digital yang mencapai puncaknya pada kehadiran AI. 

Ia memandang AI bukan sebagai ancaman yang memicu rasa malas, melainkan sebagai alat bantu atau "asisten pribadi" yang mampu mempercepat penguasaan materi sulit, seperti rumus matematika yang kompleks hingga pembelajaran bahasa asing.

Keuntungan lainnya, lanjut Gibran, banyak teknologi mutakhir ini yang bisa dipelajari tanpa biaya.

"Kabar baiknya, banyak sekali teknologi AI canggih yang sekarang sifatnya open source. Ilmu gratis, kodenya terbuka, bisa diakses siapa saja," jelasnya.

Namun, Gibran memberikan catatan penting agar penggunaan teknologi tidak mematikan daya kritis dan orisinalitas berpikir generasi muda. 

Ia juga mengingatkan para orang tua dan tenaga pendidik agar tidak merasa sungkan untuk terus belajar meningkatkan kemampuan digital mereka. 

Bagi para guru, AI disebut dapat menjadi solusi untuk menyederhanakan urusan administrasi, membantu penyusunan soal ujian, hingga menghadirkan materi pelajaran yang lebih aplikatif bagi siswa.

Selain sisi teknis, aspek moral tetap menjadi perhatian utama Wapres.

Ia mewanti-wanti agar AI tidak disalahgunakan untuk tindakan yang melanggar integritas, seperti plagiarisme, penyebaran hoaks, atau pencurian data pribadi.

Terkait kebijakan nasional, Gibran menyampaikan bahwa Indonesia telah merampungkan readiness assessment methodology dari UNESCO. 

Langkah ini dilakukan untuk memetakan kesiapan tata kelola kecerdasan buatan di tanah air pada masa depan.

"Kuasai teknologinya, pegang teguh etikanya. Mari kita jadikan AI sebagai jembatan menuju Indonesia yang lebih maju, lebih cerdas, dan lebih bermartabat," ujar Gibran. (ant/dpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:10
05:03
05:54
03:52
01:01
03:23

Viral