news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Rumah Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Purwakarta, Yogi Saleh dipasang garis polisi.
Sumber :
  • tvOneNews

Kronologi Pejabat Keuangan Pemkab Purwakarta Tewas dalam Kondisi Mengenaskan, Ditemukan Ada 4 Luka Tusuk

Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara menjelaskan kronologi sementara terkait kasus kematian pejabat keuangan di Pemkab Purwakarta, Yogi Saleh.
Selasa, 16 Juni 2026 - 23:59 WIB
Reporter:
Editor :

Purwakarta, tvOnenews.com - Kasus kematian pejabat keuangan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, Yogi Saleh terus mencuri perhatian publik hingga pihak aparat kepolisian.

Pejabat Pemkab Purwakarta itu tewas mengenaskan. Jenazah korban ditemukan dalam kondisi tragis di kediamannya di Jalan Patinggi III, Kampung Karangsari, Desa Citalang, Purwakarta, Minggu (14/6/2026) malam hari WIB.

Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Purwakarta itu ditemukan dalam kondisi mengalami empat luka tusuk. Hal ini mendorong Polres Purwakarta terus melakukan penyelidikan secara intensif.

Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara menjelaskan kronologi sementaranya. Mulanya kasus kematian ini terungkap setelah istri pejabat keuangan tersebut pulang ke rumah.

"Pada saat itu istri pulang setelah menjemput anaknya yang sudah wisuda. Setelah itu, rumah dalam keadaan terkunci dari dalam," ujar Purwantara melalui saluran program Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne, Selasa (16/6/2026).

Lebih lanjut, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kondisi rumah yang dalam keadaan terkunci membuat istri korban coba mendobrak pintu depan.

"Namun istri korban akhirnya masuk lewat jendela belakang," tambah Purwantara.

Istri pejabat keuangan tersebut langsung terkejut melihat kondisi korban telah tewas bersimbah darah. Hal ini membuat polisi mendapat laporan dari warga setempat.

"Kami menerima laporan dari warga setempat bahwa adanya korban yang bersimbah darah di salah satu rumah," terangnya.

Polres Purwakarta Olah TKP

TKP kasus kematian pejabat keuangan Pemkab Purwakarta, Yogi Saleh
Sumber :
  • tvOneNews

Jajaran Satreskrim Polres Purwakarta langsung mendatangi lokasi tempat kejadian perkara (TKP). Tujuannya untuk melakukan tahap penyelidikan awal.

Polisi langsung melihat bahwa pihak keluarga korban sudah berada di lokasi kejadian. Satreskrim Polres Purwakarta juga mendapatkan sejumlah barang bukti.

Purwantara menilai tidak ada kerugian materil dari hasil tahap awal pengolahan TKP. Hanya saja yang menjadi pusat perhatian polisi terdapat barang bukti pisau diduga untuk menusuk korban.

"Nihil untuk kerugian uang. Kami justru temukan dompet, HP, pisau, kemudian ada beberapa tali seperti dua kabel, sabuk, tangga. Itu barang bukti yang kami amankan," tuturnya.

Hasil Visum Sementara

Lebih lanjut, Purwantara menyampaikan hasil visum sementara dalam rangkaian kronologi misteri kasus kematian menyebabkan pejabat di Pemkab Purwakarta tersebut tewas secara tragis.

Di bagian tubuh Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah BKAD Kabupaten Purwakarta itu terdapat empat luka. Polisi menduga luka-luka tersebut bekas tusukan dari senjata tajam.

"Itu ada tiga luka tusukan di bagian leher dan satu tusukan lagi di bagian ulu hati," jelasnya.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih dalam. Polisi ingin mengetahui motif kasus yang menewaskan pejabat keuangan di Pemkab Purwakarta tersebut.

Polisi tidak ingin gegabah mengungkapkan motif kasus kematian pejabat keuangan tersebut. Sementara, pihaknya juga masih berupaya mencari apakah melibatkan pihak lain jika terindikasi menjadi korban pembunuhan. 

"Untuk indikasi pelaku, kami masih dalam pengembangan karena masih dimungkinkan adanya barang bukti yang tidak mengarah pada pembunuhan," tegasnya.

Apakah Kasus Kematian ini Berkaitan dengan Pekerjaan Pejabat Keuangan di Pemkab Purwakarta itu?

Kemudian, Purwantara menyampaikan perkembangan terbaru jika kasus kematian ini bereratan dengan pekerjaan korban sebagai pejabat keuangan. Pihak kepolisian telah memanggil sejumlah rekan kerja untuk dimintai keterangan.

"Untuk sementara, yang awal dari warga sekitar untuk dimintai keterangan, kemudian mertua korban. Hari ini dari rekan kerjanya mungkin bisa menjelaskan motif bisa terjjadi seperti hal tersebut," tukasnya.

(hap)

 
 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:10
05:03
05:54
03:52
01:01
03:23

Viral