news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi - Kawasan Hotel Sultan.
Sumber :
  • IST

Sejumlah Pintu GBK hingga Hutan Kota akan Ditutup Buntut Eksekusi Hotel Sultan Besok

Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) akan menutup sejumlah pintu masuk kawasan Stadion GBK seharian penuh pada Kamis (17/6/2026) karena akan ada eksekusi Hotal Sultan.
Rabu, 17 Juni 2026 - 19:57 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Eksekusi Hotel Sultan yang dijadwalkan pada Kamis (18/6/2026) pagi, akan berdampak pada aktivitas di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat.

Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) memutuskan untuk menutup sejumlah akses masuk GBK dan beberapa fasilitas publik di Kawasan tersebut selama satu hari penuh.

Penutupan ini menyusul rencana Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) mengeksekusi pengosongan Blok 15 kawasan GBK yang selama ini ditempati Hotel Sultan milik PT Indobuildco atau Pontjo Sutowo.

Informasi penutupan kawasan diumumkan melalui akun Instagram resmi pengelola GBK, @love_gbk. Oleh karena itu, masyarakat yang akan beraktivitas di kawasan olahraga dan ruang terbuka publik tersebut diminta menyesuaikan rute perjalanan selama pelaksanaan eksekusi.

"Dalam rangka eksekusi pengosongan eks Hotel Sultan (BLOK 15 Kawasan GBK), demi kelancaran dan kenyamanan #GBKPeople, maka akan dilakukan penyesuaian operasional," demikian dikutip Rabu (17/6/2026).

Pengelola Stadion GBK akan menutup sementara Pintu 5, Pintu 7, dan Pintu 8 mulai pukul 00.00 WIB hingga 24.00 WIB pada hari pelaksanaan eksekusi.

Sebagai gantinya, akses keluar masuk kawasan dialihkan melalui Pintu 2, Pintu 10, dan Pintu 6 khusus pejalan kaki. 

Tak hanya pintu masuk, sengketa kawasan GBK ini juga akan berdampak pada sejumlah fasilitas dan area publik yang berada di sekitar lokasi.

Pengelola menutup sementara Parkir Timur, Hutan Kota GBK, Stadion Softball, hingga akses Jalan KTT menuju Jakarta International Convention Center (JICC). Meski demikian, aktivitas di area lain dalam kompleks GBK disebut tetap berjalan normal seperti biasa.

PPKGBK Kerahkan Ratusan Personel

Sebelumnya biberitakan bahwa PPKGBK akan akan 300 personel gabungan yang disiapkan untuk penyitaan ini.

Sebanyak 300 personel itu merupakan gabungan dari PPKGBK, Kementerian Sekretariat Negara, Tim Kuasa Hukum, serta Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

Ketua Tim Transisi Blok 15 Gelora Bung Karno Hendry Arisandi menjelaskan, PPKGBK bersama unsur terkait telah menyiapkan mekanisme tertib apabila pada saat eksekusi masih terdapat barang-barang milik PT Indobuildco di dalam kawasan Blok 15 GBK.

Hendry menyebut seluruh barang milik Indobuildco akan didata, didokumentasikan, dipindahkan, dan disimpan secara rapi serta terjaga.

"Prinsip kami jelas, eksekusi ini adalah pelaksanaan perintah pengadilan. Namun pada saat yang sama, kami tetap menjaga hak-hak atas barang milik pengelola sebelumnya. Pihak Indobuildco diberikan waktu hingga enam bulan untuk mengambil barang mereka yang akan disimpan dan dicatat dengan baik oleh pihak PPKGBK," kata Hendry.

Indobuildco Melawan

Di lain pihak, diketahui bahwa rencana eksekusi kawasan Hotel Sultan oleh PN Jakpus pada pekan ini memicu perlawanan dari Indobuildco.

Menjelang pelaksanaan pengosongan, sejumlah karyawan Hotel Sultan bersama elemen buruh dan Koalisi Sipil Pembela Pengusaha Pribumi sempat menyatakan penolakan terbuka di PN Jakpus pada Senin (15/6/2026). Mereka bahkan mengaku siap menggelar aksi untuk menghadang proses eksekusi apabila tetap dilakukan.

Menurut mereka, persoalan yang saat ini disengketakan sejatinya berkaitan dengan status tanah. Namun, dampak yang ditimbulkan dinilai berpotensi meluas hingga mengganggu aktivitas usaha, lapangan pekerjaan, dan mata pencaharian banyak pihak yang selama ini bergantung pada operasional Hotel Sultan.

"Kami siap menghadang rencana eksekusi Hotel Sultan melalui aksi damai dan konstitusional. Eksekusi tidak boleh dipaksakan dengan mengabaikan keadilan, kepastian hukum, dan hak seluruh pihak yang berkepentingan," tutur Al Hams Qamarallah yang bertindak sebagai orator utama kepada wartawan, Senin, 15 Juni 2026. (rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:39
01:36
06:55
02:07
01:07
01:11

Viral