- tim tvOne
Di Tengah Ketidakpastian Global, Industri Mulai Beralih ke Energi Surya untuk Tekan Biaya Operasional
Surabaya, tvOnenews.com - Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang berdampak pada fluktuasi harga energi dan meningkatnya biaya operasional, sejumlah pelaku industri di Indonesia mulai memanfaatkan energi terbarukan sebagai salah satu strategi menjaga efisiensi dan keberlanjutan usaha. Salah satu langkah tersebut dilakukan PT Bukit Muria Jaya (BMJ) melalui pengoperasian pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap dengan kapasitas total 5,5 MWp.
Fasilitas PLTS tersebut terpasang di sejumlah lokasi produksi perusahaan dengan kapasitas terbesar mencapai 5.048 kWp, serta tambahan 455 kWp di Kudus. Berdasarkan perhitungan teknis, sistem ini diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 7.596 MWh listrik per tahun dan berpotensi mengurangi emisi karbon hingga 6.836 ton CO₂ setiap tahunnya.
Pemanfaatan energi surya dinilai menjadi salah satu upaya industri untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional yang rentan terhadap gejolak harga akibat dinamika pasar global. Selain mendukung target pengurangan emisi, penggunaan energi terbarukan juga dipandang dapat membantu perusahaan mengelola biaya energi secara lebih terukur.
ESG Lead PT Bukit Muria Jaya, Harris C. A. Titus, mengatakan efisiensi biaya menjadi faktor penting bagi industri dalam menghadapi tekanan ekonomi dan ketidakpastian pasar.
“Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi harga energi, efisiensi biaya menjadi faktor penting bagi keberlangsungan industri. Penggunaan PLTS membantu mengendalikan beban operasional dan menjaga kestabilan biaya produksi,” ujarnya.
Kerja sama pengembangan PLTS tersebut telah disepakati sejak Januari 2025. Di sisi lain, tren pemanfaatan energi surya di sektor industri disebut terus meningkat seiring kebutuhan pelaku usaha untuk mencari sumber energi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Presiden Direktur dan CEO iForte Energi, Mohamad Iwan, menilai penggunaan energi terbarukan dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi tekanan biaya operasional dalam jangka panjang.
“Pasokan energi yang lebih stabil dapat membantu perusahaan menjaga efisiensi operasional dan meningkatkan daya saing di tengah berbagai tantangan ekonomi,” katanya.
Dari sisi ekonomi yang lebih luas, meningkatnya penggunaan energi bersih di sektor industri berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus mendukung ketahanan energi nasional. Langkah yang dilakukan sejumlah perusahaan manufaktur menunjukkan bahwa transisi energi kini tidak hanya dipandang sebagai upaya mencapai target lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi bisnis untuk meningkatkan efisiensi dan daya tahan usaha.