news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka..
Sumber :
  • Antara

Gibran Akui MBG Masih Banyak Kekurangan, Minta Korupsi Program Itu Diberantas

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengakui MBG masih menghadapi sejumlah tantangan yang memerlukan pembenahan, terutama dari sisi tata kelola dan pengawasan
Jumat, 19 Juni 2026 - 07:58 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengakui jika program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih banyak kekurangan.

Ia meminta MBG diprioritaskan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) agar manfaatnya dirasakan masyarakat yang paling membutuhkan.

Pernyataan itu disampaikan Gibran saat berdialog dengan wali murid dan masyarakat di SD Wolomoni, Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Kamis (18/6/2026).

"MBG akan lebih tepat sasaran jika difokuskan di area 3T," kata Gibran, seusai meninjau kesiapan pelaksanaan program MBG di sekolah tersebut.

Wapres Gibran Rakabuming (tengah) ketika meninjau SD Wolomoni, Desa Niowula, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (18/6/2026)
Sumber :
  • ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Wapres

Menurutnya, wilayah seperti Desa Niowula yang berjarak cukup jauh dari pusat perkotaan merupakan daerah yang paling membutuhkan program tersebut.

Karena itu, Gibran mengatakan pemerintah akan mempercepat berbagai proses pendukung agar MBG segera berjalan. Gibran mengatakan dapur MBG yang telah siap dibangun perlu segera memperoleh perizinan dan uji kelayakan agar dapat beroperasi.

"Area-area yang seperti ini itu justru yang paling membutuhkan MBG. Makanya tadi kalau dapurnya sudah siap, ya ini otomatis harus kita percepat perizinannya. Karena saya yakin adik-adik yang di belakang saya ini butuh sekali yang namanya MBG dan saya yakin nanti akan meringankan beban ibu-ibu yang ada di sini," tutur Gibran.

Gibran menerima informasi bahwa dapur MBG di Desa Niowula telah selesai dibangun, namun masih menunggu inspeksi dan uji kelayakan dari pemerintah pusat.

Selain menyoroti percepatan pelaksanaan program, Gibran mengakui MBG masih menghadapi sejumlah tantangan yang memerlukan pembenahan, terutama dari sisi tata kelola dan pengawasan.

"Saya sadar MBG ini masih banyak kekurangannya. Ini memang ke depan harus lebih banyak lagi perbaikan. Tata kelolanya diperbaiki biar lebih efisien, jangan lagi ada pengadaan-pengadaan barang yang tidak sesuai, dan yang paling penting praktik-praktik korupsinya harus dihilangkan," jelasnya.

Lebih lanjut, Gibran mengatakan masa libur sekolah akan dimanfaatkan pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG.

"Kemarin sudah disampaikan Bu Kepala BGN yang baru dan juga Bu Wakil Kepala BGN, kita ini sekarang ada jeda waktu libur sekolah. Saya kira itu waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh, terutama terkait tata kelola di BGN ini," ujar Wapres.

Ia menegaskan pemerintah akan terus memperbaiki tata kelola program agar lebih tepat sasaran dan bebas dari praktik korupsi.

"Ke depan akan terus kita perbaiki agar lebih tepat sasaran dan yang namanya praktik-praktik korupsi agar tidak terjadi lagi," imbuhnya.

Selain itu, Gibran menekankan pentingnya pelibatan berbagai unsur masyarakat dalam pelaksanaan MBG, termasuk orang tua, sekolah, siswa sekolah menengah kejuruan bidang tata boga, serta organisasi kemasyarakatan dan keagamaan.

Wapres menambahkan, fokus pemerintah pada wilayah 3T sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan pembangunan tidak lagi berorientasi pada wilayah tertentu, melainkan menjangkau seluruh daerah secara merata.

"Tadi yang kita highlight adalah kesenjangannya ya. Jadi sekarang yang namanya pembangunan itu sudah tidak lagi Jawa sentris, tapi Indonesia sentris,” tuturnya. (ant)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:26
03:54
06:31
03:02
01:08
07:23

Viral