- Antara
Dampak Gempa di Sigi Sulteng: 42 Desa Terdampak, Ribuan Rumah dan Puluhan Tempat Ibadah Rusak
Jakarta, tvOnenews.com - Sembilan kecamatan di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dilaporkan mengalami dampak serius akibat gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,7 yang terjadi pada Selasa (16/6) lalu.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat kerusakan terjadi di 42 desa berbeda.
Kepala BPBD Sigi, Henri Kusuma, merincikan bahwa wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Sigi Kota, Palolo, Nokilalaki, Tanambulava, Lindu, Dolo, Sigi Biromaru, Dolo Selatan, hingga Gumbasa.
"Sebaran desa terdampak cukup parah itu di Desa Uneni, Tongoa, Kamarora A, Kamarora B dan Sintuwu," sebut Henri di Sigi, Jumat (19/6).
Terkait korban jiwa dan luka-luka, data terbaru menunjukkan angka yang terus meningkat. Sebanyak 8.586 jiwa dari 2.762 kepala keluarga dinyatakan terdampak langsung oleh bencana ini.
"Secara rinci korban luka berat 17 orang dan luka ringan 108 orang dengan tiga warga meninggal dunia," ucapnya menambahkan.
Selain korban manusia, kerugian materiil berupa kerusakan hunian warga menjadi sorotan utama.
Berdasarkan catatan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB), ribuan rumah mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang bervariasi.
"Jadi berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) untuk rumah rusak sebanyak 2.319 unit terdiri dari rusak ringan 1.966 rumah, rusak sedang 219 unit dan rusak berat 134 unit," papar Henri.
Tidak hanya sektor pemukiman, fasilitas publik pun tak luput dari guncangan gempa.
Tercatat ada 16 masjid, 63 gereja, 37 gedung sekolah, serta lima puskesmas yang mengalami kerusakan. Selain itu, sejumlah kantor pemerintahan juga dilaporkan terdampak.
Henri menegaskan bahwa pihaknya masih terus bekerja di lapangan untuk memastikan akurasi data dampak bencana tersebut.
"Data-data ini terus kami update setiap harinya dan dilaporkan kepada Pemkab Sigi," ujarnya.
Gempa bumi yang memicu kerusakan luas ini sebelumnya dilaporkan oleh BMKG berpusat di wilayah Sulteng dan getarannya turut dirasakan kuat di Kabupaten Parigi Moutong, Donggala, hingga Kota Palu pada pukul 10.27 WIB. (ant/dpi)