news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak saat bercengkerama dengan para jemaah di Asrama Haji Medan, Sabtu (20/6/2026)..
Sumber :
  • Nofri Affandi

Kematian Jemaah Haji Masih Tembus 300 Orang, Kementerian Haji Siapkan Manasik Kesehatan untuk Generasi Haji Sehat

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat menyambut kepulangan jemaah haji Kloter 16 Debarkasi Medan di Asrama Haji Medan, Sabtu (20/6/2026).
Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:28 WIB
Reporter:
Editor :

Medan, tvOnenews.com - Jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia selama penyelenggaraan ibadah haji 2026 tercatat menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, angkanya masih tergolong tinggi, yakni mencapai sekitar 300 jemaah.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat menyambut kepulangan jemaah haji Kloter 16 Debarkasi Medan di Asrama Haji Medan, Sabtu (20/6/2026).

Sebelum tiba di lokasi, Dahnil berlari pagi dari pusat Kota Medan menuju Asrama Haji Medan. Setibanya di asrama, ia menyapa dan bercengkerama dengan para duyufurrahman yang baru kembali dari Tanah Suci.

Dalam kesempatan itu, Dahnil menyoroti tingginya angka kematian jemaah haji Indonesia di Arab Saudi yang masih didominasi oleh jemaah lanjut usia serta mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

“Penurunan (jumlah jemaah yang wafat) signifikan itu terasa, jumlah statistik mortalitas rate, tingkat kematian kita kalau tahun lalu hampir 500 orang, hari ini 300-an, harapan kita tahun depan harus lebih rendah bahkan bila perlu tidak ada yang meninggal,” ujar Dahnil Anzar Simanjuntak.

Menurutnya, kondisi cuaca ekstrem dengan suhu tinggi, kelelahan selama menjalani rangkaian ibadah, serta komplikasi penyakit menjadi faktor utama yang memperburuk kondisi kesehatan jemaah.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Kementerian Haji dan Umrah tengah menginisiasi program manasik kesehatan bagi calon jemaah haji 2027.

Program ini bertujuan membentuk generasi haji yang lebih sehat dan siap secara fisik sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Melalui program tersebut, kesehatan calon jemaah haji akan dipantau dan dikontrol sejak dini, termasuk dengan membiasakan aktivitas fisik seperti berjalan kaki secara rutin.

Langkah ini dinilai penting mengingat ibadah haji membutuhkan ketahanan fisik yang tinggi, mulai dari berjalan kaki dalam jarak jauh hingga menjalani rangkaian ibadah di tengah cuaca ekstrem.

“Kami akan menginisiasi manasik kesehatan, artinya jemaah yang akan berangkat 2027 itu sejak awal dikontrol kesehatannya. Jadi misalnya kebiasaan jalan kaki, karena 95 persen dari ibadah haji itu adalah aktivitas fisik,” kata Dahnil.

Nantinya baik dari Kakanwil, Kepala Kantor hingga pihak asrama, mempunyai tugas untuk menginisiasi kegiatan manasik kesehatan tersebut.

“Misalnya jemaah haji punya kewajiban jika sudah dinyatakan berangkat 2027, satu hari harus 5000 sampai 10.000 langkah misalnya, supaya terbiasa dengan aktivitas fisik,” ujarnya.

Sebagai perbandingan, pada penyelenggaraan ibadah haji 2025, jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat mencapai lebih dari 400 orang. Sementara pada 2026, jumlah tersebut turun menjadi sekitar 300 jemaah, meski masih tergolong cukup tinggi.

Kondisi fisik para jemaah yang prima diharapkan mampu meminimalisir angka jemaah haji Indonesia yang wafat di tanah suci ke depannya.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:58
05:02
16:09
01:12
01:57
03:26

Viral