- Abdul Gani Siregar/tvOnenews.com
Airlangga Ultimatum PLN, Mati Listrik Bergilir di Jawa Harus Beres Akhir Juni
Jakarta, tvOnenews.com - Di tengah tekanan tersebut, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada masyarakat atas kondisi yang terjadi.
“Kami atas nama PT PLN Persero ingin mohon maaf yang sebesar-besarnya karena Pulau Jawa mengalami pemadaman bergilir,” kata Darmawan dalam jumpa pers Jumat (19/6/2026) malam.
Darmawan menjelaskan, pemadaman terjadi akibat gangguan teknis pada dua pembangkit listrik besar di Pulau Jawa yang dioperasikan oleh perusahaan pembangkit listrik swasta (independent power producer).
Gangguan tersebut menyebabkan dua unit pembangkit keluar dari sistem kelistrikan Jawa sehingga memengaruhi pasokan listrik secara keseluruhan.
Menurutnya, PLN telah mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat proses pemulihan dan memastikan sistem kembali normal dalam waktu sesingkat mungkin.
“Kami bekerja all out siang dan malam agar semua gangguan ini bisa segera terselesaikan,” katanya.
Selain persoalan pembangkit, PLN juga mempercepat pengamanan pasokan batu bara, khususnya batu bara kalori menengah (medium rank coal) yang dibutuhkan sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Pulau Jawa.
Darmawan mengapresiasi para pemasok batu bara yang telah menjalankan penugasan pemerintah serta menandatangani kontrak dengan PLN maupun mitra pembangkit listrik lainnya.
Saat ini, PLN juga mempercepat proses kontrak baru bersama pemasok untuk memastikan pasokan energi primer tetap aman.
Dalam proses tersebut, PLN berkoordinasi intensif dengan Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM agar distribusi batu bara ke pembangkit berjalan tanpa hambatan.
“Saat ini, proses penyaluran medium rank coal atau batu bara dengan tingkat kandungan menengah mulai mengalir pada PLTU di seantero pulau Jawa,” terangnya. (agr/muu)