- Kolase Istimewa & tvOne
Kesaksian Penjaga Kos usai YTR Dibawa ke RSHS Bandung, Taufik Hidayat Ogah Urus Pacarnya: Alasannya Mual-mual
Bandung, tvOnenews.com - Resa Rohendi, penjaga kos di kawasan Desa Cinunuk, Cileunyi, Kabupaten Bandung memberikan kesaksian tersangka Taufik Hidayat (30) setelah korban, YTR (29) dibawa ke rumah sakit.
Resa Rohendi merupakan sosok pertama kali menemukan YTR. Penjaga kos tersebut dan Taufik Hidayat sempat memutuskan untuk membawa korban berobat ke RSUD Ujungberung.
Kondisi luka yang membutuhkan penanganan lebih lanjut membuat korban dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Resa mengaku langsung memberikan surat rujukan setelah tiba di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).
"Saya akhirnya ditanya sama dokter. Saat itu si Taufik belum sampai karena baru setengah perjalanan," ujar Resa di Bandung melalui saluran program Pagi-Pagi Seru tvOne, Rabu (24/6/2026).
Resa bingung kenapa Taufik Hidayat tidak kunjung sampai ke RSHS Bandung. Padahal tersangka menggunakan kendaraan sepeda motor yang terhitung lebih cepat tiba ketimbang dirinya.
Penjaga kos tersebut pun terus menghubungi Taufik. Tersangka beralasan bahwa dirinya mendadak sakit mual-mual.
Ia pun melanjutkan proses pengurusan korban di IGD RSHS Bandung. Resa mengaku ditanya oleh dokter terkait penyebab kondisi YTR yang telah terbaring lemas dan sangat mengenaskan.
"Kemudian saya jawab katanya sih jatuh dari kamar mandi, terus 'Bapak (Resa Rohendi) siapanya?', saya jawab 'saya yang punya kosan' karena cerita di rumah sakit itu menyuruh saya mengakunya sebagai yang punya kosan agar mempermudah penanganan dari pihak rumah sakit," tuturnya.
Taufik Hidayat Tiba di RSHS Bandung
- Instagram @rozakabdul_cililin
Kemudian, Resa menyampaikan bahwa, Taufik sempat sampai ke RSHS Bandung. Di momen itu, ia terus disalahkan oleh dokter karena korban baru diantar dalam kondisi memprihatinkan.
"Saya bilang, 'begini Bu, saya ke sini cuma mengantar, menolong dia karena ngekos di saya, terus suaminya itu ada ya panggil aja suaminya ke sini'," terangnya.
Lanjut Resa, Taufik sempat marah karena disebut sebagai suami. Hal ini mengingat bahwa tersangka pernah mengaku bahwa dirinya dan YTR merupakan suami istri kepada penjaga kos.
"Dia ingin diakui sebagai saudara atau paman," tambahnya.
Kemudian, Resa dan Taufik sempat dimarahi oleh dokter. Pasalnya, mereka dianggap telah berbohong mengenai penyebab YTR yang sudah mengenaskan karena jatuh dari kamar mandi.
"Akhirnya si Taufik itu sambil membentak ke dokternya bahwa 'saya saudaranya'. Dia itu enggak mau mengakui sebagai suami," katanya.
Tersangka Kasus Penyekapan dan Penganiayaan Wanita Melarikan Diri
Mereka pun diminta untuk keluar dari ruangan IGD lantaran korban akan ditangani oleh tim medis. Hingga pagi hari, Resa sempat menyuruh Taufik mengambil selimut dan pakaian ganti YTR ke kosan.
Tak lama kemudian, tersangka tidak kunjung balik. Sementara, Resa terus dicecar lantaran pihak dokter mengkhawatirkan kondisi korban yang harus dioperasi segera mungkin.
Pernyataan ini juga didukung oleh Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan di Mapolda Jawa Barat, Rabu, 24 Juni 2026. Kata dia, pelaku disebut meninggalkan korban dan memilih melarikan diri saat YTR ditangani di RSHS Bandung.
"Berdasarkan keterangan saksi, korban, dan juga pengantar R (Resa), ketika sudah diantarkan ke situ, yang bersangkutan akhirnya melarikan diri," kata Hendra.
Kemudian, ia mengungkap fakta baru dari tim penyidik. Ia mengatakan bahwa, terdapat perbedaan penjelasan dari pelaku dan temuan tim medis yang memeriksa korban.
Hendra berpendapat terkait penjelasan dari pelaku saat berada di RSHS Bandung. Pria berusia 30 tahun itu menyebut luka-luka dialami YTR disebabkan kecelakaan.
Sementara, hasil pemeriksaan forensik justru menganggap luka-luka berat dialami korban mengarah pada dugaan kekerasan. Hal tersebut diprediksi dalam waktu cukup lama.
Temuan ini mendorong penyidik terus mendalami untuk mengungkap rangkaian peristiwa dugaan tindak kekerasan. Adapun kondisi korban masih belum pulih 100 persen karena masih menjalani perawatan di RSHS Bandung.
(hap)