- tvOneNews
Kronologi ASN Tewas di Bandara Juanda Versi Keluarga, Curigai Sosok Pria Misterius yang Terekam CCTV
Jakarta, tvOnenews.com - Seorang aparatur sipil negara (ASN) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur, ditemukan tewas. Kondisi jenazah korban meninggal dunia di dalam mobil dinas yang terparkir di kawasan Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Rabu (24/6/2026).
Sosok ASN tersebut berinisial RYS (50). Ia menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan.
Kuasa hukum sekaligus keluarga korban, Risang Bima Wijaya menceritakan kronologi RYS sebelum ditemukan tewas di Bandara Juanda. Kejadian menimpa ASN Pemkab Bangkalan tersebut bermula pada Kamis (18/6/2026).
Risang menyampaikan, kala itu RJS berangkat untuk melakukan aktivitas bekerja seperti biasanya. Ia menuju tempat pekerjaan dari rumahnya di sebuah perumahan dekat kompleks Pemkab Bangkalan.
"Korban ini meninggalkan rumah pada hari Kamis seperti biasanya tidak ada yang bertanya ke mana karena memang menyangkut pekerjaan almarhum ini memang ke kantor dinas," ujar Risang melalui saluran program Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne, Jumat (26/6/2026).
ASN tersebut berangkat menggunakan mobil dinas sehari-harinya. Hal ini tentu membuat pihak keluarga tidak memberikan kecurigaan apa pun.
ASN Pemkab Bangkalan yang Tewas di Bandara Juanda Sempat Pamit kepada Anaknya
Lanjut Risang, pada malam di hari yang sama, korban sempat berpamitan kepada anaknya yang sudah dewasa. RYS meminta izin kemungkinan dirinya akan pulang terlambat.
Kata korban, setidaknya ia paling lama pulang pada akhir pekan. Hal ini mengingat adanya jadwal urusan kedinasan yang begitu padat.
"Dia menghubungi anaknya sedang berada di Malang untuk urusan kerjaan, dan juga sempat kirim lokasi juga yang keberadaannya di sebuah toko buah di daerah Malang," terangnya.
Pada Jumat (19/6/2026) malam hingga Sabtu (20/6/2026), ASN Pemkab Bangkalan tersebut juga masih menghubungi anaknya. Bahkan, RYS sampai melakukan video call memastikan dirinya aman.
"Dia video call bilang akan pulang hari Sabtu," lanjutnya.
Korban Tidak Bisa Dihubungi
Komunikasi terakhir korban dengan suaminya terjadi pada Sabtu, 20 Juni 2026 pagi hari. Ia mengabarkan bahwa dirinya akan pulang ke rumah.
Ia menambahkan, pertemuan terakhir antara korban dan keluarga sebenarnya sudah terjadi sejak 4 Juni 2026. Meski terbentur dengan jarak, hubungan mereka tetap berjalan dengan baik.