- Freepik
Remaja hingga Orang Dewasa Jangan Sepelekan Saluran Cerna, Deteksi Dini Demi Cegah Penyakit Serius di Dalam Tubuh
Jakarta, tvOnenews.com - Salah satu aspek yang kerap luput dari perhatian oleh anak remaja hingga orang dewasa adalah kesehatan sistem pencernaan yang sangat memiliki peran penting dalam menjaga kondisi tubuh secara keseluruhan.
Pencernaan berfungsi mengolah makanan dan minuman menjadi sumber energi serta nutrisi yang dibutuhkan tubuh mengingat jika ada gangguan maka bisa berdampak pada kesehatan fisik, daya tahan tubuh, hingga produktivitas sehari-hari.
Koordinator EMDIC, Dr. Nella Suhuyanly menyatakan bahwa pola hidup modern juga menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko gangguan pencernaan.
"Kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji, kurang asupan serat, minim aktivitas fisik, hingga pola tidur yang tidak teratur dapat memengaruhi kinerja saluran cerna," ujar dia dalam keterangannya, Sabtu (27/6/2027).
Dia juga menegaskan banyak penyakit pencernaan dapat dicegah maupun ditangani lebih baik apabila terdeteksi sejak dini.
“Kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pencernaan secara berkala ke dokter masih perlu ditingkatkan. Jadi dengan adanya program EMDIC ini, kami berharap masyarakat dapat memperoleh akses yang lebih mudah terhadap layanan pemeriksaan preventif, deteksi dini, diagnosis hingga penanganan penyakit pencernaan yang kompleks,” ungkap dia.
Pengobatannya ini memberikan penanganan komprehensif masalah kesehatan saluran cerna mulai dari konsultasi spesialis, pemeriksaan diagnostik, endoskopi, kolonoskopi, tindakan terapeutik, bedah digestif, hingga layanan nutrisi dan rehabilitasi.
"Pendekatan multidisiplin ini memungkinkan pasien memperoleh penanganan yang lebih efektif dan terkoordinasi," terangnya.
Adapun tim EMDIC terdiri dari 8 Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastro Entero Hepatologi, yakni dr. Rabbinu Rangga Pribadi, dr. Chyntia O.M. Jasirwan, Dr. dr. Nella Suhuyanly, dr. Apriliana Adhyaksari, dr. Dedy G. Sudrajat, dr. Syafruddin A.R. Lelosutan, dr. Muhammad Yamin Lubis dan dr. Tony Darmadi.