- Antara
Cegah Permainan Calo, Menhub Masih Rahasiakan Detail Rute MRT Menuju Tangerang Selatan
Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memutuskan untuk tidak memublikasikan rute Mass Rapid Transit (MRT) tujuan Tangerang Selatan (Tangsel) guna mengantisipasi maraknya spekulasi lahan.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk melindungi investor dari lonjakan harga tanah yang tidak wajar akibat ulah makelar, yang pada akhirnya dapat membengkakkan biaya pembangunan.
Dalam diskusi bersama media pada Jumat (26/6) malam, Menhub menegaskan pentingnya menjaga kerahasiaan trase berdasarkan pertimbangan nilai ekonomi.
"Itu biasanya kita enggak akan buka, karena apa? Nanti calo tanahnya beredar di mana-mana, kasihan juga kan mereka (investor). Yang paling penting mereka akan lihat dari sudut ekonomisnya mana yang menguntungkan rutenya," ungkap Dudy.
Pernyataan ini sekaligus merespons spekulasi yang berkembang di media sosial terkait apakah jalur MRT akan melintasi kawasan Pondok Aren atau Pondok Cabe.
Dudy menjelaskan bahwa pihak pengembang masih melakukan kalkulasi mendalam terkait pilihan wilayah tersebut.
"Mereka (investor) akan ngitung mau lewat Pondok Cabe kah atau mau lewat Pondok Aren," jelasnya.
Menurut Menhub, kebocoran informasi mengenai rute sejak dini hanya akan merugikan keberlangsungan proyek.
Jika harga tanah melonjak drastis sebelum pembebasan lahan dimulai, perhitungan investasi menjadi tidak masuk akal dan dapat menghambat pembangunan infrastruktur transportasi massal.
"Kita belum tahu, kalau pun keluar (rutenya) itu akan mereka simpan sendiri, kenapa? Karena kan yang berinvestasi mereka. Karena kalau misalnya ini bocor keluar, itu akan mempengaruhi biaya perolehan tanahnya," papar Dudy.
Ia mengkhawatirkan kenaikan harga tanah yang ekstrem justru akan mengorbankan kepentingan publik demi keuntungan pihak-pihak tertentu.
"Biasanya mereka enggak akan buka itu. Karena takutnya itu akan berpengaruh ke biaya investasinya mereka. Nanti tiba-tiba tanah yang tadinya Rp1 juta (per hektare) jadi Rp30 juga gitu. Nah, hitungannya sudah enggak masuk. Akhirnya apa, yang dikorbankan siapa? Masyarakat, yang diuntungkan cuman para makelar-makelar aja," tambah Menhub menekankan dampak negatif dari aksi spekulan lahan.
Meski rute spesifiknya masih dirahasiakan, Dudy memastikan bahwa titik akhir dari pengembangan ini adalah wilayah BSD.
Baginya, prioritas pemerintah adalah memperluas jangkauan transportasi massal dan memperkuat konektivitas antarwilayah.
"Tujuan akhir (MRT Tangsel) kan BSD. Ya terserah mereka mau lewat mana. Kalau saya sih yang penting jangkauannya sudah semakin jauh gitu, dan konektivitasnya lebih bagus," tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono mengungkapkan bahwa saat ini PT MRT Jakarta bersama grup Sinar Mas tengah mendalami kajian teknis terkait rencana tersebut.
Proses evaluasi dan penyusunan rencana ini diproyeksikan selesai pada penghujung tahun 2026.
"Terkait MRT Tangsel, Sinar Mas bersama MRT Jakarta sedang menyusun kajiannya dan kita harapkan di akhir tahun ini kajiannya sudah selesai," ujar Allan. (ant/dpi)