- Antara
Gubernur Pramono Anung Sebut Parpol di Jakarta Harus Utamakan Kepentingan Warga di Atas Golongan
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo meminta seluruh partai politik di ibu kota untuk menanggalkan kepentingan pribadi maupun kelompok demi kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri pelantikan jajaran pengurus DPW dan DPD Partai Amanat Nasional (PAN) DKI Jakarta periode 2024-2029 di Balai Sarbini, Jakarta Pusat, pada Sabtu (27/6).
Pramono menekankan bahwa regenerasi di tubuh partai politik harus menjadi titik balik dalam meningkatkan dedikasi kepada rakyat.
“Pelantikan hari ini bukan sekadar pergantian kepengurusan organisasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat pengabdian kepada warga Jakarta,” tuturnya.
Menurutnya, partai politik adalah rekan strategis pemerintah yang memegang peran kunci dalam melahirkan kebijakan yang pro-rakyat.
Dalam arahannya, Pramono menegaskan bahwa kemajuan Jakarta sebagai kota global yang inklusif sangat bergantung pada semangat gotong royong seluruh elemen.
Ia memastikan bahwa pemerintah provinsi senantiasa membuka diri untuk menjalin kolaborasi dengan semua kekuatan politik tanpa memandang perbedaan latar belakang.
“Pemprov DKI Jakarta selalu membuka ruang bagi seluruh kekuatan politik, tanpa membedakan latar belakang maupun pilihan politik, untuk bersinergi dan bekerja bersama agar Jakarta tumbuh sebagai kota global yang inklusif, berkelanjutan, dan memberi manfaat bagi warganya,” jelas Pramono.
Lebih lanjut, ia mendorong para pengurus partai dan anggota dewan untuk lebih aktif turun ke lapangan guna memahami kebutuhan riil masyarakat secara langsung.
Pendekatan ini dinilai efektif agar program pembangunan tetap pada jalurnya, yakni pelayanan publik, dan tidak terdistorsi oleh rivalitas politik.
Sektor-sektor vital seperti kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial tetap menjadi prioritas utama yang membutuhkan dukungan keberlanjutan dari semua pihak.
Pramono mengajak seluruh kader partai untuk menjaga keharmonisan sosial dan iklim demokrasi yang sehat, terutama saat Jakarta tengah bersiap menyambut usia lima abad.
“Kita harus terus merawat iklim demokrasi yang sehat, menjaga kondusivitas sosial, memperkuat persatuan, serta berkontribusi aktif menjawab berbagai tantangan pembangunan Jakarta yang tengah bersiap menuju lima abad,” ujarnya. (ant/dpi)