- istimewa
Ribuan Apoteker Ikuti Mukernas HISFARSI 2026 di Pekanbaru, Transformasi Layanan Farmasi Jadi Fokus Utama Forum
Menurutnya, forum ilmiah tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kompetensi tenaga kefarmasian untuk menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang terus berkembang, terutama di era transformasi digital.
"Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi atas penyelenggaraan PIT dan Mukernas HISFARSI PP IAI di Kota Pekanbaru. Semoga kegiatan ini mampu membawa kemajuan bagi dunia farmasi, khususnya di Pekanbaru dan Provinsi Riau," ujar Hariyanto.
Senada dengan itu, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menilai peningkatan kompetensi apoteker menjadi kebutuhan penting dalam menjawab berbagai tantangan pengelolaan obat di fasilitas pelayanan kesehatan.
"Sebagaimana disampaikan Plt Gubernur Riau, masih terdapat tantangan dalam manajemen obat, termasuk pengelolaan obat kedaluwarsa. Dengan peningkatan pengetahuan dan kompetensi apoteker, kualitas pelayanan kefarmasian kepada masyarakat tentu akan semakin baik," katanya.
Menurut Markarius, penyelenggaraan kegiatan berskala nasional tersebut juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah melalui meningkatnya aktivitas sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan berbagai sektor jasa lainnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai plenary session, simposium, workshop, dan international session yang membahas isu-isu strategis, mulai dari digitalisasi pelayanan farmasi rumah sakit, pemanfaatan artificial intelligence (AI) dalam praktik kefarmasian, keselamatan pasien, farmasi klinis, pengelolaan obat, hingga transformasi regulasi dan tata kelola pelayanan kefarmasian.
Sebagai bagian dari pengabdian profesi kepada masyarakat, rangkaian kegiatan ditutup dengan Bakti Sosial dan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan pada Minggu, 28 Juni 2026, di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru.
Kegiatan ini menghadirkan pelayanan kesehatan gratis berupa pemeriksaan kesehatan, konsultasi kefarmasian, pengobatan massal, serta edukasi kesehatan bagi masyarakat sebagai wujud nyata kontribusi apoteker dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Melalui penyelenggaraan PIT dan Mukernas HISFARSI 2026, diharapkan lahir berbagai rekomendasi strategis serta program kerja yang mampu memperkuat peran apoteker rumah sakit dalam mewujudkan pelayanan kefarmasian yang profesional, inovatif, berorientasi pada keselamatan pasien, serta mendukung transformasi sistem kesehatan Indonesia menuju layanan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.(*)