news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Wamensesneg Juri Ardiantoro di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Senin (29/6/2026)..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

5 Peserta SPPI Meninggal, Istana Pastikan Latsarmil Tetap Jalan: Mereka Harus Segera Bekerja

Wamensesneg Juri Ardiantoro menyampaikan pemerintah telah menerima berbagai masukan dari masyarakat menyusul peristiwa meninggalnya 5 calon Manajer Kopdes dalam latsarmil.
Senin, 29 Juni 2026 - 16:44 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintah memastikan pelatihan bagi calon Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tetap dilanjutkan meski lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (latsarmil).

Insiden tersebut akan dijadikan bahan evaluasi menyeluruh agar proses pendidikan dan pelatihan berjalan lebih baik.

Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro mengatakan, pemerintah telah menerima berbagai masukan dari masyarakat menyusul peristiwa tersebut.

Menurutnya, Kementerian Pertahanan juga telah menyampaikan sikap resmi, termasuk belasungkawa kepada keluarga korban dan komitmen melakukan perbaikan terhadap penyelenggaraan pelatihan.

“Ya, kan kemarin dari Kementerian Pertahanan kan sudah juga menyampaikan, kan, mengenai peristiwa tersebut dan beberapa langkah yang diambil untuk pertama tentu menyampaikan Bela Sungkawa,” kata Juri Ardiantoro di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Senin (29/6/2026).

Ia menambahkan evaluasi akan difokuskan pada proses pendidikan dan pelatihan bagi calon Manajer Koperasi Merah Putih agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Kemudian juga akan mengambil langkah-langkah perbaikan di dalam proses pendidikan dan pelatihan Manajer Koperasi Merah Putih,” ujarnya.

Juri menegaskan pemerintah tidak menutup mata terhadap kritik dan masukan yang berkembang di masyarakat. Seluruh masukan tersebut, kata dia, akan menjadi bahan evaluasi dalam penyempurnaan program.

“Dan tentu saja masukan dari masyarakat, dari berbagai pihak untuk peristiwa itu tentu didengar oleh pemerintah, diperhatikan, dan itu menjadi bahan untuk mengevaluasi supaya proses pelatihan ini menjadi lebih baik,” katanya.

Meski demikian, pemerintah memutuskan pelatihan tidak dihentikan. Alasannya, kebutuhan tenaga manajer untuk mengelola Koperasi Merah Putih dinilai mendesak sehingga proses pendidikan harus tetap berlangsung dengan perbaikan pada pelaksanaannya.

“Tapi secara umum tentu karena proses ini sudah berangsung dan memang tenaga manajer untuk Koperasi Merah Putih juga harus segera bekerja sehingga pelatihan tetap jalan terus. Tetapi masukkan dari berbagai pihak tentu diperhatikan,” tegas Juri.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan mengumumkan lima peserta Program SPPI Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih meninggal dunia saat mengikuti latihan bela negara dan manajerial.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSD) Kemhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya para peserta.

Kelima peserta yang meninggal dunia masing-masing bernama Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, dan Nola Dya Sari. (agr/rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:07
02:04
02:11
01:50
04:26
07:57

Viral