- tvOneNews
Sikapi Kasus Kematian Dokter Icha, IDI Heran dengan Dugaan Intimidasi dari Oknum DPRD: Dia juga Manusia
"Kami akan mendalami kejadian dugaan intimidasi ini," tegasnya.
Kronologi Dokter Icha Bunuh Diri Diduga Diintimidasi Oknum DPRD
Sebelumnya, rangkaian peristiwa ini bermula saat seorang pasien anak korban gigitan ular dibawa ke ruang IGD RS Leona pada Sabbtu (13/6/2026). Saat itu dr Icha yang menjalani tugas menangani pasien rujukan dari RSUD Kefemenanu.
dr Icha bertugas sesuai SOP. Selain itu, sang dokter juga telah berkonsultasi dengan dokter spesialis anak.
Situasi mendadak memanas dan tegang. Hal itu terjadi setelah dua oknum anggota DPRD TTU bernama Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani memasuki ruang IGD RS Leona.
Ketegangan disebabkan lantaran keluarga pasien meminta vaksin tertentu. Berdasarkan hasil pertimbangan medis, permintaan mereka belum direkomendasikan dan stoknya sedang kosong.
Dua oknum anggota DPRD tersebut tiba-tiba datang dan protes dengan nada tinggi. Pada Minggu, 14 Juni 2026, mereka kembali terlihat sebelum dr Icha kembali menjalani tugasnya.
dr Icha yang merasa takut dan mengalami tekanan hebat memutuskan pulang ke tempat tinggalnya. Fakta semakin terungkap setelah rekan kerjanya tidak bisa menghubungi korban sekitar pukul 19.00 WITA.
Situasi ini mendorong mereka mendatangi tempat tinggalnya. Hal yang mengejutkan setelah rekan kerja melihat dr Icha telah dalam kondisi lemah dan langsung dibawa ke RS Leona.
dr Icha kemudian diperbolehkan pulang pada 21 Juni 2026. Ia diputuskan untuk menjalani rawat jalan meskipun kondisi saat itu masih dalam ketakutan akibat peristiwa di IGD.
Pada Rabu, 24 Juni 2026, dr Icha menjalani pemeriksaan di Klinik Utama Jiwa Dewantara Mental Healthcare. Berdasarkan hasilnya, ia mengalami depresi berat tanpa gejala psikotik.
Hingga Jumat, 26 Juni 2026, dr Icha sempat akan dijadwalkan pemeriksaan lanjutan di RS Bhayangkara Kupang. Sayangnya ia ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.
(hap)