news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Sumber :
  • ANTARA

Airlangga Ajak Aliansi RI-Belarus Bangun Truk Listrik hingga Mesin Pertanian Modern

Pemerintah mendorong kemitraan strategis Indonesia dan Belarus untuk memperkuat industri manufaktur berbasis teknologi, mulai dari kendaraan listrik, alat berat pertambangan, mesin pertanian modern, hingga pengembangan energi hijau.
Selasa, 30 Juni 2026 - 11:54 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintah mendorong kemitraan strategis Indonesia dan Belarus untuk memperkuat industri manufaktur berbasis teknologi, mulai dari kendaraan listrik, alat berat pertambangan, mesin pertanian modern, hingga pengembangan energi hijau.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia saat ini tengah membangun ekosistem baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Menurutnya, kemampuan manufaktur Belarus dapat dipadukan dengan keunggulan Indonesia di sektor baterai untuk menghasilkan produk yang lebih kompetitif dan ramah lingkungan.

“Indonesia juga tengah mengembangkan ekosistem baterai kendaraan listrik (EV). Jika mesin dan peralatan dari Belarus dikombinasikan dengan sistem baterai EV Indonesia, saya rasa kita dapat mengirimkan produk yang lebih ramah lingkungan ke pasar, yang mana hal ini juga sangat diperlukan bagi Indonesia,” kata Airlangga dalam Forum Bisnis Indonesia-Belarus di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2026).

Ia menilai kebutuhan alat berat di Indonesia sangat besar seiring tingginya produksi komoditas strategis nasional.

Sebagai salah satu produsen batu bara terbesar di dunia, Indonesia membutuhkan armada angkut dalam jumlah besar untuk menopang aktivitas pertambangan.

“Sebagai contoh, Indonesia memproduksi sekitar 800 juta ton batu bara setiap tahunnya. Kita bisa hitung berapa banyak dump truck yang dibutuhkan untuk 800 juta ton batu bara tersebut,” ujarnya.

Selain sektor pertambangan, Airlangga menyoroti potensi kerja sama di bidang pertanian.

Dengan produksi crude palm oil (CPO) yang mencapai sekitar 50 juta ton per tahun, Indonesia membutuhkan modernisasi sektor agribisnis melalui penggunaan mesin dan teknologi yang lebih maju.

“Kita juga memproduksi sekitar 50 juta ton CPO (minyak sawit mentah). Itu juga merupakan hal yang kita butuhkan untuk sektor pertanian. Kita memerlukan pertanian modern yang menggunakan permesinan. Teknologi terbaru dari Minsk dalam bidang permesinan akan meningkatkan hasil panen dan komoditas pertanian di sektor agribisnis Indonesia,” katanya.

Airlangga menegaskan kerja sama tersebut tidak hanya sebatas perdagangan produk, tetapi juga diarahkan pada pembangunan industri dalam negeri melalui kolaborasi dengan manufaktur lokal, transfer teknologi, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:09
00:47
00:52
06:23
05:11
05:29

Viral